RadarJombang.id – Salah satu yang jadi sorotan dalam kasus kecelakaan truk kontainer di Cipondoh, Tangerang (31/1) adalah kondisi sopir truk yakni JFN, 24.
Sopir truk kontainer itu, memang sempat jadi sasaran amuk massa yang geram atas aksinya ugal-ugalan hingga menabrak belasan kendaraan lain.
Bahkan, sempat dikabarkan pula jika sopir truk tersebut meninggal dunia akibat amuk mass aitu.
Namun, hal itu dibantah Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.
Pihaknya memastikan sopir truk ugal-ugalan itu saat ini masih hidup meski tengah mendapat perawatan intensif.
“Sopir masih belum bisa kita lakukan pemeriksaan sebab masih ngigau,” ungkapnya dalam keterangannya pada Jumat (1/11).
Menurut informasi, sopir truk mengalami luka cukup serius akibat insiden tersebut karena amukan massa.
Saat ini, ia tengah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, namun belum dapat dimintai keterangan karena kondisinya yang masih tidak stabil.
Polisi terus memantau kondisi sopir truk ini untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai kecelakaan dan dugaan keterlibatannya dalam aksi ugal-ugalan yang menyebabkan banyak korban luka.
Berdasarkan beberapa video yang di unggah di media sosial, salah satunya di akun X @arsipnetizen, Ia turut memberlihatkan sopir yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, beberapa video lain menunjukkan ketika sopir diserang massa dan melemparinya dengan beberapa benda di sekitar.
Bukan hanya itu, massa juga menghancurkan truk yang dikemudikan oleh sopir hingga kaca bagian depannya pecah.
Saat dievakuasi oleh tenaga medis, sopir ini terlihat masih dalam kondisi hidup dan bisa menggerakkan tangannya.
Namun ada luka serius di tubuhnya, nampak bagian wajah dan kepala sopir yang dipenuhi dengan lumuran darah.
Pakaian pelaku juga nampak sudah tidak utuh lagi setelah massa mengamuk dan paksa berhenti truk yang sedang Ia kemudikan.
Berdasarkan informasi, diketahui ada beberapa korban luka serius yang sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Ada 7 orang korban luka-luka, terdiri dari 4 pengendara sepeda motor, 1 pengemudi mobil, 1 pejalan kaki, dan 1 si sopir tersebut. Sopir jadi korban setelah luka usai diamuk massa," kata Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, dalam keterangannya, Jumat (1/11). (riz)
Editor : Achmad RW