RadarJombang.id – Polisi, menetapkan 5 orang sebagai tersangka dalam kasus karnaval berujung tawuran di Desa Rejosopinggir, Tembelang Jombang.
Kelima tersangka kasus karnaval berujung tawuran itu, kini telah dibekuk polisi dan dilakukan proses hukum.
Hal itu, diungkap Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Margono Sehendra Selasa (3/9).
Pihaknya mengatakan, 5 orang yang ditetapkan tersangka terkait tawuran karnaval Desa Rejosopinggir adalah KDF 26, SK 24, dan tiga tersangka lainnya yang masih berusia di bawah umur.
“Jadi dari lima yang kami tangkap, 2 diantaranya usia dewasa, 3 lainnya usia anak-anak sehingga dilakukan perlindungan,” ungkapnya.
Margono menjelaskan, para pelaku ini ditangkap karena mengakui telah melempar batu dalam kericuhan tersebut.
“Dari keterangan para tersangka berkembang untuk pelaku pelemparan yang masih dalam pengejaran petugas, agar kooperatif dan menyerahkan diri,” ungkapnya.
Saat ini, kelima tersangka masih diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Jombang untuk mengungkap motif tawuran.
"Kami masih melakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku guna mengetahui akar masalah terjadinya tawuran saat berlangsungnya karnaval," kata AKP Margono.
Para tersangka itu, kini harus meringkuk di tahanan. Mereka, juga terancam dijerat hukuman hingga 7 tahun penjara.
"Pasal yang disangkakakn yakni 170 jo 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun," pungkasnya.
Baca Juga: Waduh! Karnaval Sound di Jombang Malah Berujung Tawuran, Penonton Panik
Sebelumnya, Kegiatan karnaval peringatan HUT RI di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang Jombang justru berujung aksi tawuran kelompok pemuda (1/9).
Tawuran itu, diduga dipicu perselisihan lama antara dua kelompok pemuda di internal kampung tersebut. Buntut adanya tawuran, acara karnaval sound di Desa Rejosopinggir itupun dibubarkan lebih awal.
Dalam beberapa video yang diterima redaksi Jawa Pos Radar Jombang, aksi karnaval itu terlihat bermula dari aksi saling ejek antar kelompok pemuda yang sedang mengikuti karnaval.
Aksi yang awalnya saling ejek itu, kemudian berlanjut dengan saling lempar batu. Aksi pun meluas dan melibatkan lebih banyak pemuda yang lain.
Dalam beberapa rekaman yang diterima, terlihat mereka saling tantang saling kejar hingga saling lempar. Para pemuda yang bentrok itu, juga bersenjatakan batu hingga balok kayu yang ditenteng. (riz)
Editor : Achmad RW