Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Polisi ungkap Penyebab Karnaval Kemerdekaan Berubah Tawuran di Jombang, Ternyata Dipicu Dendam Lama

Achmad RW • Selasa, 3 September 2024 | 18:51 WIB
Suasana mediasi antara polisi, perangkat desa Rejosopinggir dan sejumlah tokoh pemuda menyikapi aksi karnaval berujung tawuran di desa tersebut
Suasana mediasi antara polisi, perangkat desa Rejosopinggir dan sejumlah tokoh pemuda menyikapi aksi karnaval berujung tawuran di desa tersebut

RadarJombang.id - Aksi karnaval kemerdekaan di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang Jombang yang berakhir dengan aksi tawuran direspons aparat kepolisian.

Polres jombang, memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dalam kejadian karnaval berujung tawuran itu.

"Kami menggelar mediasi di Mapolres Jombang untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara warga desa Rejosopinggir kecamatan Tembelang, pada Senin (2/9)," terang Wakapolres Jombang Hari Kurniawan dalam keterangan tertulisnya (3/9).

Hari menyebut, ada sekitar 20 orang yang dikumpulkan dalam mediasi itu.

Selain jajaran kepolisian dari polres Jombang hingga Polsek Tembelang, Kepala Desa, Perangkat desa hingga tokoh pemuda juga dihadirkan.

Hasilnya, diketahui jika aksi tawuran itu ternyata dipicu dendam lama.

"Kami memperoleh informasi bahwa keributan tersebut karena ada unsur balas dendam antar 2 dusun di desa Rejosopinggir untung petugas polsek bersama 3 pilar sigap mengatasi aksi pelemparan batu tersebut," lanjutnya.

 

Lewat pertemuan itu, pihaknya berharap akan ada solusi atas perselisihan yang terjadi sehingga warga merasa nyaman hidup berdampingan kembali.

"Kepada Kepala Desa yang nantinya bersama 3 pilar Bhabinkamtibmas Babinsa agar mencari akar permasalahannya", Tutur Wakapolres Jombang.

Selain itu, Hari menegaskan pihaknya tidak segan-segan akan menjalankan proses hukum apabila terdapat indikasi perbuatan pidana dalam tawuran tersebut.

"Untuk korban dilakukan Visum, dan apabila nanti ada indikasi pelaku maka akan ditangkap dan diproses hukum," tegasnya.

Hal senada, diungkapkan oleh Yoyok Supriyanto, ia berharap kedepannya untuk desa Rejosopinggir bisa damai dan rukun.

"Semoga kedepan desa kami bisa damai serta rukun karena itu bisa membawa nama baik desa kami", Kata Yoyok.

Pihaknya juga telah berupaya untuk menyatukan masyarakat dengan melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Kami mengadakan posyandu di tiap-tiap dusun, harapannya bisa terjalin hubungan yang harmonis antara generasi muda hingga dewasa,” pungkasnya.

Sebelumnya,  Kegiatan karnaval peringatan HUT RI di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang Jombang justru berujung aksi tawuran kelompok pemuda.

Tawuran itu, diduga dipicu perselisihan lama antara dua kelompok pemuda di internal kampung tersebut.

Buntut adanya tawuran, acara karnaval sound di Desa Rejosopinggir itupun dibubarkan lebih awal.

Dalam beberapa video yang diterima redaksi Jawa Pos Radar Jombang, aksi karnaval itu terlihat bermula dari aksi saling ejek antar kelompok pemuda yang sedang mengikuti karnaval.

Aksi yang awalnya saling ejek itu, kemudian berlanjut dengan saling lempar batu.

Aksi pun meluas dan melibatkan lebih banyak pemuda yang lain.

Dalam beberapa rekaman yang diterima, terlihat mereka saling tantang saling kejar hingga saling lempar.

Para pemuda yang bentrok itu, juga bersenjatakan batu hingga balok kayu yang ditenteng. (riz)

Editor : Achmad RW
#rejosopinggir #Jombang #Motif #karnaval #Dipicu #dendam #tawuran