RadarJombang.id – Identitas mayat pria dengan kaki terikat batu di sungai Brantas Ploso Jombang berhasil terungkap.
Polisi memastikan mayat pria itu bukan korban kejahatan melainkan pria yang melakukan aksi bunuh diri.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jombang Ipda Satria Ramadan mengatakan, identitas mayat pria yang tenggelam di Sungai Brantas sudah berhasil terungkap.
Korban berinisial FS, 36, warga Kecamatan Ploso.
”Dari hasil pemeriksaan, dipastikan bukan korban kejahatan melainkan bunuh diri, karena depresi,” terangnya.
Pihaknya menyebut, jasad FS akhirnya dikenali setelah polisi bersama tim Inafis Polda Jatim melakukan penyelidikan melalui sidik jari.
Hasilnya, diketahui jika korban merupakan warga Kecamatan Ploso.
”Dikuatkan juga dengan adanya tulisan spidol pada celana yang dipakai korban,” lontarnya.
Dalam penyelidikan, diketahui pula jika tali yang menjerat di kaki FS itu juga bukan tali yang sengaja dijeratkan.
”Indikasinya itu terlilit dan tali itu ada di bawah sungai, karena talinya bukan tali simpul, sehingga kemungkinan itu terlilit, bukan dililitkan,” lontarnya.
Menurut keterangan dari pihak keluarga korban, FS sendiri sudah meninggalkan rumah sejak tiga hari sebelum akhirnya ditemukan di Sungai Brantas.
Korban juga disebut telah beberapa kali tepergok melakukan upaya bunuh diri karena depresi.
”Dia sudah dua kali sebelumnya melakukan upaya bunuh diri, akhirnya yang ketiga ini baru berhasil. Dan menurut keluarga, sudah tiga hari menghilang dari rumah sampai akhirnya ditemukan,” lontarnya.
Saat ini jasad korban sudah diserahkan kepada keluarga dan langsung dimakamkan.
”Sudah diserahkan kepada keluarga, karena pihak keluarga juga sudah mengaku ikhlas dan meminta jasad tidak diotopsi,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, mayat pria tanpa identitas ditemukan warga tenggelam di Sungai Brantas tepatnya di Dusun Jatirowo, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Rabu (10/7).
Anehnya, pada mayat Mr X ini, ditemukan tali yang mengikat bagian kaki korban dan terikat dengan sebuah batu.
Mayat korban ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang memancing. (riz/naz)