RadarJombang.id – Polisi, hingga kini masih melakukan sejumlah pihak dalam kasus kecelakaan rombongan study tour SMP PGRI 1 Wonosari Malang di Tol Jombang Mojokerto.
Kamis (23/5), sejumlah ahli kembali didatangkan untuk diperiksa penyidik.
Para ahli ini, adalah petugas dari Kementrian Perhubungan juga Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang.
Sejak pagi, para petugas ini terlihat sibuk mengecek bagian bus pariwisata PO Bimorio yang hingga kemarin masih berada di Mako Satlantas Polres Jombang.
“Jadi memang hari ini kami masih memanggil saksi ahli dari Kementrian Perhubungan dan Dishub Jombang, mereka didatangkan untuk menguji kelaikan jalan dari bus tersebut,” terang Kasatlantas Polres Jombang AKP Nur Arifin.
Pemeriksaan kelaikan jalan itu, disebut Arifin dilakukan untuk melihat kemungkinan penyebab lain selain human eror pada kecelakaan itu.
“Hasilnya nanti tentu akan jadi pertimbangan penyidik untuk melakukan penetapan tersangka,” terangnya.
Selain itu, hingga kini Arifin menyebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan olah data dari TAA Ditlantas Polda Jatim.
“Jika sudah kami akan melaksanakan gelar dan penetapan tersangka,” tambahnya.
Hingga Kamis (23/5), Arifin juga memastikan statuis Yanto, 30, sopir Bus PO Bimorio yang membuat dua orang tewas masih sebagai saksi.
“Sampai hari ini total ada 13 orang jadinya yang sudah diperiksa,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, bus pariwisata yang membawa rombongan study tour SMP PGRI 1 Wonosari Malang mengalami kecelakaan di KM 694.600 A Tol Jombang Mojokerto.
Bus itu, menabrak bokong sebuah truk nopol N 9674 UH yang sedag membawa gerabah.
Truk ini, sedang disopiri Arif Yulianto, 37, warga Lawang Malang.
Akibat kejadian itu, kondisi bus mengalami kerusakan parah bagian depan.
Dari 51 penumpang bus itu, 14 diantaranya mengalami luka-luka sementara 2 orang yakni kenek bus dan salah satu guru meninggal dunia. (riz/bin/riz)
Editor : Achmad RW