Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Babak Baru Kasus Mata SIswa SD Nyaris Buta di Jombang, Guru Pembimbing Diniyah Jadi Tersangka

Wenny Rosalina • Kamis, 9 Mei 2024 | 14:27 WIB

 

Erna. orang tua ID menunjukkan bukti kerusakan pada mata anaknya setelah pemeriksaan dan operasi di rumah sakit.
Erna. orang tua ID menunjukkan bukti kerusakan pada mata anaknya setelah pemeriksaan dan operasi di rumah sakit.

RadarJombang.id – Kasus mata siswa SD di Jombang yang nyaris buta karena terlempar kayu masuk babak baru.

Pembimbing diniyah di salah satu SD di sekolah itu ditetapkan menjadi tersangka.

Dia dianggap lalai sehingga menyebabkan salah satu siswanya mengalami cedera parah pada mata karena terlempar kayu.

’’Sudah ada penetapan tersangka, salah satu guru,’’ kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Sukaca, kemarin.

Laporan terkait kasus siswa SD yang matanya terlempar kayu oleh temannya sendiri masuk pada 23 Februari.

Penyidik kemudian melakukan serangkaian penyidikan.

Meliputi pemeriksaan terhadap saksi-saksi, petunjuk dan penyitaan barang bukti.

Penyidik kemudian melaksanakan gelar perkara penetapan tersangka pada 7 Mei dan menetapkan Khusnul Khotimah sebagai tersangka.

Kelalaiannya menyebabkan orang lain luka atau memberikan kesempatan seseorang melakukan tindak pidana.

Erna Widyawati, orang tua korban mengatakan, pihaknya baru menerima surat penetapan tersangka pada Rabu (8/5).

Menurutnya, ada yang masih mengganjal, karena bukan kepala sekolah yang bertanggungjawab atas musibah yang menimpa putranya.

’’Yang jadi pertanyaan saya, kenapa kepala sekolah tidak dilibatkan? Padahal kepala sekolah bertanggungjawab atas semua yang terjadi di sekolah,’’ ungkapnya.

Keterangan yang ia dapatkan dari penyidik, Khusnul sebagai pembimbing diniyah mengakui jika saat itu membiarkan kelas kosong.

Ia justru membantu sesama teman guru dengan mengisi kelas lain.

’’Ada guru telepon minta tolong menggantikan, iya-iya saja. Tidak lihat jadwal jika hari itu juga mengajar di kelas anak saya,’’ urainya.

Itu menjadi kesalahan fatal, sebab jadwal mengajar tidak diperhatikan dengan baik sehingga menyebabkan kelas kosong.

’’Harusnya seorang guru sudah melihat jadwal sebelum berangkat sekolah. Masak ini lupa kalau ada jam di kelas,’’ ucapnya.

Sementara itu, kondisi anaknya yang mengalami cedera serius pada mata kanannya saat ini masih sama.

Bahkan dari sisi medis sudah dinyatakan tidak bisa melihat lagi seperti semula.

Upaya yang dilakukan hanya memperbaiki bola matanya agar terlihat seperti anak-anak normal.

’’Dari sisi medis sudah dinyatakan impossible untuk bisa melihat lagi. Yang kami upayakan sekarang bagaimana anaknya tetap percaya diri masa depannya,’’ paparnya.

Hingga kini korban masih menjalani kegiatan belajar di rumah, belum kembali ke sekolah.

’’Rencana operasi syaraf retina juga masih belum bisa dibahas sekarang. Itu sulit, sangat mahal, karena kita harus beli mayat juga,’’ ungkapnya.

Mata korban mengalami pendarahan setelah terlempar kayu saat GN, salah satu rekannya sedang bermain di kelas, pada Selasa (2/1). (wen/jif/riz)

Editor : Achmad RW
#nyaris buta #tersangka #Guru #Jombang #mata #terlempar kayu #Siswa SD