RadarJombang.id - Korban aplikasi trading Smart Wallet di Jombang menempuh jalur hukum.
Satu di antara korban penipuan aplikasi trading smart wallet, bahkan telah melapor ke Polres Jombang.
Pelaporan itu, dilakukan termasuk kepada vendor yang bekerjasama dengan aplikasi berkedok trading tersebut.
Wiji Sobirin salah satu korban sekaligus sempat menjadi leader mengakui kesalahan dengan mengajak ikut serta ratusan anggota dalam kegiatan investasi Smart Wallet.
Dirinya tidak tahu jika kegiatan investasi Smart Wallet bakalan bermasalah.
"Saya tidak tahu, kita selalu mengasih informasi sesuai dengan informasi yang ada di aplikasi dan saya tidak pernah menambahi informasi tersebut sesuai yang keluar jalur dari aplikasi," kata Wiji Sobirin salah satu leader.
Biarpun aplikasi Smart Wallet sampai sekarang masih normal dan tetap bisa diakses, namun dia sendiri sebagai pembawa aplikasi merasa tertipu.
"Saya mau mengupayakan langkah hukum untuk melaporkan vendor-vendor yang bekerja sama dengan aplikasi Smart Wallet seperti PT Fitri Berkah Utama, PT Bhakti Abi Jasa dan yang terbaru PT Anugerah Pratama Jaya," terangnya.
Wiji juga merasa bersalah dengan anggota dan meminta maaf kepada semua masyarakat yang pernah diajaknya.
"Saya juga tertipu, bahkan aset saya uang segar hampir Rp 400 juta," beber dia.
Langkah yang akan diambil selain bermediasi dengan anggotanya, dia berharap kerjasama anggotanya untuk bersama-sama menempuh jalur hukum.
Baca Juga: Heboh! Puluhan Warga Pojok Kulon, Jombang Tertipu Arisan Bodong, Nilainya Miliaran Rupiah
"Harapannya bisa menemukan vendor-vendor tersebut dan ibu Mentor Smart Wallet, agar modal saya dan anggota minimal bisa dikembalikan semua," tandas dia.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Sukaca membenarkan laporan dugaan penipuan berkedok trading aplikasi tersebut.
”Ya, benar ada satu orang yang melapor dan bentuknya masih dumas (aduan masyarakat),” ujarnya kemarin.
Dari laporan tersebut masih belum jelas siapa yang dilaporkan. ”Tentu kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut,” pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, merasa tertipu aplikasi Smart Wallet, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah rumah salah satu anggota DPRD Jombang Achmad Tohari di Desa/Kecamatan Mojowarno, Senin (1/4) malam.
Kedatangan mereka tak lain meminta pertanggungjawaban sebagai leader atas uang yang digunakan sebagai modal investasi. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW