RadarJombang.id - Polemik kasus uang tabungan PKK berujung demo ke rumah perangkat desa di Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Jombang berlanjut.
Kepala Desa Mancar, Nur Prasetyo mengungkap kronologi lengkap polemik uang tabungan PKK warga yang diduga dibawa lari Ml dan istrinya E itu.
Hingga kini, kasus itu juga belum klir, karena ML dan E selaku penanggungjawab tabungan PKK itu melarikan diri dan tak diketahui lagi keberadaannya.
Kepala Desa Mancar Nur Prasetyo, menceritakan, tabungan PKK itu sebenarnya sudah berjalan 3 tahun belakangan.
Di Desa Mancar sendiri, ada dua kelompok tabungan ini. "Kebetulan ibu E ini adalah ketua di kelompok tabungan PKK di Dusun Mancar Barat, dalam 3 tahun itu 2 tahun aman saja sebenarnya," terangnya (26/3).
Tabungan itu, adalah bagian dari kegiatan simpan pinjam yang dikelola PKK. Kegiatan itu, juga biasa dilakukan setiap bulannya.
"Jadi setiap tanggal 7 itu, ada kegiatan, dan hasil usaha juga tabungannya biasanya akan dibagikan setiap tahunnya," lanjutnya.
Di tahun ini, pembagian keuntungan dann hasil tabungan itu sendiri, telah dilakukan pada 7 Maret 2024 lalu.
Seluruh kelompok PKK di Desa Mancar, saat itu mengundang pengurus dan perwakilan anggotanya ke kantor desa.
"Saat itu rapat di balai desa, semua datang, termasuk L dan E juga anggota,” lanjutnya.
Keputusannya, dalam rapat itu pembagian keuntungan dianggap selesai dan uang tabungan sudah dibagikan.
"Karena waktu itu perwakilan menyebut sudah aman semua, ternyata beberapa hari setelahnya baru diketahui kalau ada upaya menutupi dari L dan E ini," lontarnya.
Hal itu, terbongkar setelah salah satu warga yang juga anggota mengeluhkan belum dibaginya keuntungan dan tabungan PKK itu oleh pengurus.
Mereka, juga mengaku hanya beberapa kali dijanjikan untuk pembagian itu.
"Dari pengakuan warga, ternyata L dan E ini sebelum pertemuan di balai desa ini keliling ke perwakilan yang akan datang, agar mereka menyatakan sudah menerima, padahal baru dijanjikan saja," tambahnya.
Janji itu, terus diberikan L dan E hingga terakhir keduanya menjanjikan pencairan uang tabungan itu akan dilakukan 7 hari sebelum lebaran.
Pemdes, disebut Nur Prasetyo kembali diinisiasi. Warga yang terdampak sempat diundang ke kantor desa untuk membahas masalah itu bersama L dan E pada pekan lalu.
"Seluruhnya diundang, namun L dan E justru tidak hadir, dan baru diketahui dia tidak lagi berada di rumahnya, dan tidak ada yang tahu dia di mana," lontarnya.
Kondisi makin pelik karena L dan E tak bisa lagi diakses dan dihubungi. "Nomornya tidak bisa lagi dihubungi," tambahnya.
Dalam pertemuan itu, Nur Prasetyo juga menyebut ada 41 warga yang mengaku jadi korban raibnya uang tabungan PKK itu.
"Yang sudah terdata dan melapor ada 41 orang, di dua RT saja, total uangnya Rp 76 juta yang masih nyantol," rincinya.
Namun, jumlah itu masih mungkin untuk bertambah karena jumlah peserta tabungan PKK itu masih banyak dan tersebar di beberapa RT lain di Dusun Mancar Barat.
"Di kelompok itu, ada 14 RT yang ikut, tapi yang lapor memang baru 2 RT itu saja," pungkasnya.
Baca Juga: Rumah Admin Arisan Online Bodong di Jombang Dikuras Korbannya
Sebelumnya, sebuah rumah milik salah satu perangkat Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, jadi sasaran aksi demo warga, Selasa (27/3) siang.
Mereka memasang poster bernada protes karena uang tabungan PKK tak kunjung dibagikan. (riz)
Editor : Achmad RW