RadarJombang.id – Maraknya kasus bullying (perundungan) di lingkungan sekolah di Jombang menjadi atensi serius pihak kepolisian.
Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi menekankan pentingnya mencegah aksi bullying di lingkungan sekolah, pihhaknya juga menyebut tak segan menindak tegas pelaku bullying.
”Saya berharap kejadian bullying dan kekerasan tidak terulang kembali. Pihak sekolah diharapkan aktif melaporkan ke wali siswa kegiatan siswa-siswi di sekolah,” tegas Kapolres Eko Bagus, Jumat (1/3).
Menurutnya, perlu tindakan tegas untuk mencegah bullying di sekolah.
Ia mencotohkan, siswa di Jakarta yang melakukan bullying kepada temannya dilarang masuk sekolah sebelum pihak orang tua datang ke sekolahan.
”Cara tersebut bisa diadopsi untuk menindak siswa,” bebernya.
Menurut kapolres, langkah pencegahan bullying perlu dilakukan bersama.
Tujuannya agar anak didik di sekolah bisa menjadi generasi unggul ke depannya.
Selain itu, butuh perlu dibuatkan peraturan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh guru dan pengajar saat melakukan penindakan terhadap siswanya.
”Buat kategori pelanggaran dan tindakan yang dilakukan melalui level atau tingkatan pelanggaran tersebut,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, maraknya kasus bullying di sekolah menjadi perhatian khusus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang.
Dinas meminta sekolah memperketat pengawasan kepada siswa selama berada di sekolah agar tidak terjadi bullying di sekolah.
”Cara antisipasi bullying, awasi interaksi antarsiswa. Dan saya minta seluruh koordinator wilayah kerja menyampaikan ini kepada semua satuan pendidikan di wilayah kerja masing-masing, baik negeri maupun swasta,’’ kata Kepala Dinas P dan K Jombang, Senen.
Tidak hanya itu, pembentukan karakter juga perlu diberikan kepada siswa.
Bisa disampaikan melalui setiap mata pelajaran agama dan menyayangi sesama teman.
Menurut Senen, Kekerasan pada pelajar kerap disebabkan oleh tontonan medsos melalui handphone. Oleh karena itu, peran orang tua sangat berpengaruh terhadap kenakalan anak.
”Kami juga membentuk Satgas khusus. Adanya satgas dan tim di satuan pendidikan bisa optimal mencegah bullying dan kekerasan, termasuk pelecehan seksual,” tandasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW