RadarJombang.id– Puluhan Warga Desa Pojok Kulon, Kecamatan Kesamben, Jombang geger dalam beberapa minggu terakhir gegara arisan bodong.
Arisan online yang dikelola salah satu warga, kini macet. Uang warga yang hilang disebut-sebut mencapai miliaran rupiah.
Hal itu diungkapkan dua warga Tz, 26 dan N, 26 yang memang ikut arisan online.
“Pelakunya bernama Is, 25, warga sini juga, tetangga kami sendiri,” kata N salah satu korban.
Ia menjelaskan, arisan online itu sudah berlangsung satu tahun terakhir.
“Saya sendiri ikut sejak Agustus 2023 lalu, karena ditawari pelaku lewat WhatsApp,” terangnya.
Dalam penawarannya, Is menawarkan untuk membeli arisan dari orang lain. Agar lebih menarik, harga arisan di bawah uang yang didapat.
“Jadi misalnya arisan yang dapat Rp 2 juta, dia jual Rp 1 juta, dan itu banyak sekali yang dijual. Cairnya itu 1 bulan, paling panjang 3 bulan,” lontar dia.
Selama ini N mengaku telah membeli banyak arisan kepada Is. Terlebih, selama beberapa bulan ini arisannya lancar saja.
“Sampai akhirnya sebelum pemilu, tanggal 13 Februari pencairan terakhir, nominalnya sekitar Rp 23 juta, setelah itu mandek sampai hari ini, totalnya Rp 72 juta” bebernya.
Ia baru tahu jika kendala seperti itu tak dialaminya sendiri. Sejumlah warga lain juga merasakan hal sama.
Baca Juga: Puluhan Orang jadi Korban Arisan Bodong di Jombang, Kerugiannya Ratusan Juta
“Dan serentak ternyata, semua mandek akhirnya rame, ternyata yang kena puluhan warga, kalau 50 ada, belum dari desa lain,” tambah dia.
Pengakuan serupa disampaikan Tz, 26, rekan dan tetangga desa Is yang juga menjadi korban arisan online itu.
Padahal Tz sudah lama mengenal Is dan memiliki kontaknya. “Kemudian saya ditawari, dijapri sampai akhirnya tertarik,” kenangnya.
Ia pun membeli arisan dengan nominal kecil, mulai ratusan ribu rupiah. “Saya total setor Rp 2 juta, tapi ya sampai sekarang belum cair, dan memang mandek,” keluhnya.
Tidak hanya dari Desa Pojok Kulon, S, 25, warga Plandaan juga ikut tertipu dalam kasus arisan bodong yang dikelola Is.
“Saya sudah beberapa bulan, dan sudah setor Rp 50 juta untuk beberapa arisan,” ungkapnya.
Bahkan, dari uang Rp 50 juta yang ia setorkan itu baru Rp 7 juta yang cair.
“Jadi (13/2) itu terakhir, harusnya cair Rp 8 juta, cuma cair Rp 7 juta, yang lainnya belum cair sama sekali,” jelasnya.
Para korban mengaku sudah beberapa kali mendatangi rumah Is. Namun dijawab dengan berbagai alasan.
“Alasan mulai uangnya hilang di bank, ngaku juga ditipu temannya, yang jelas cuma janji. Nomor dia juga sudah tidak aktif lagi,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Desa Pojok Kulon Muchammad Adhar, membenarkan dugaan penipuan yang dialami warganya.
Cukup banyak warga yang menjadi korban arisan bodong ini.
Baca Juga: Nasib Korban Penipuan PJTKI, Uang Hilang, Sawah Terjual Plus Menanggung Malu
“Jadi memang ini sudah beberapa minggu terakhir jadi problem di desa, sudah dilakukan dua kali mediasi. Rencana pekan depan akan ada mediasi lagi,” katanya.
Ia menyebut, sudah ada beberapa warga bahkan telah melakukan upaya hukum.
“Hari ini (23/2) tadi juga sudah ada beberapa orang yang melapor ke Polsek Kesamben,” lontarnya.
Sementara itu, Kapolsek Kesamben AKP Achmad, membenarkan perihal upaya hukum yang dilakukan sejumlah warga Desa Pojok Kulon.
“Jadi kemarin memang kami mengarahkan untuk membuat laporan saja daripada nanti kisruh di desa” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya akan berkoordinasi terkait tindaklanjutnya.
“Ya, akan kita tampung dulu, kalau memang di Polsek mampu ditangani. Kalau tidak mampu nanti diarahkan ke Polres Jombang. Mengingat korbannya sangat banyak dan nominal kerugiannya juga besar, sampai miliaran rupiah,” pungkas dia. (riz/bin/riz)
Editor : Achmad RW