RadarJombang.id - Erna, orang tua dari siswa SD yang matanya rusak gegara lemparan kayu di Jombang membawa kasus itu kini ke ranah hukum.
Terlebih, beberapa kali upaya mediasi untuk kasus itu hingga kini belum menempuh kesepakatan yang menyenangkan.
Ia berharap pihak pelaku dan keluarganya mau bertanggungjawab penuh atas pengobatan mata anaknya yang rusak itu.
Pada mediasi pertama, belum ditemukan kesepakatan. Erna menuntut tiga hal.
Pertama, jika ID kembali ke sekolah, tidak diizinkan untuk satu kelas bersama GN, pelaku pemelpar kayu.
Kedua, jika GN melakukan hal yang sama meski tidak kepada ID, sekolah harus memberikan sanksi. Ketiga, biaya pengobatan sampai sembuh.
’’Poin ketiga belum disepakati,’’ terangnya.
Erna juga sudah melaporkan kejadian yang menimpa putra keduanya ke PPA Polres Jombang.
Mediasi pertama dilakukan Senin (12/2). Hasilnya sama, poin tanggungjawab dari sisi biaya belum disepakati.
Pihak orang tua pelaku, disebutnya hanya menyanggupi Rp 10 juta, ditambah donasi dari sekolah Rp 7 juta, dan Rp 3 juta dari yayasan.
"Saya tidak mau, enak sekali Rp 10 juta setelah itu lepas tangan. Sedangkan cita-cita anak saya jadi polisi hancur gara-gara dia,’’ ungkapnya.
Baca Juga: Anak SD di Jombang yang Kepalanya Bocor Terkena Lemparan Kayu Disebut Sering Jadi Korban Bullying
Menurut Erna, kejadian ini bukan yang pertama. GN juga pernah dengan sengaja memercikkan air minum ke lantai.
Perbuatan itu, membuat ID terpeleset, hingga membuat mulut ID terluka, dan terpelanting ke belakang hingga kepalanya benjol.
Dikonfirmasi terpisah, Ike Sinta Dewi, kepala SD Plus Darul Ulum Jombang pada Senin (22/1) membenarkan, jika terjadi kecelakaan di dalam sekolah yang menyebabkan mata salah satu siswanya terluka.
’’Kami pastikan itu bukan bullying, tapi kecelakaan,’’ ungkapnya.
Ditanya terkait mediasi yang dilakukan, pihaknya tak banyak berkomentar. ’’Mediasi masih terus kami lakukan,’’ ujarnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW