JOMBANG – Kondisi AASR, 6, siswa SD di Kecamatan Kabuh yang menjadi korban pelemparan kayu oleh teman sekolahnya disebut masih mengalami trauma.
Selain itu, kondisi kesehatan korban belum sehat sepenuhnya sehingga korban belum mau kembali bersekolah.
”Sampai hari ini, korban memang masih merasakan nyeri-nyeri dan sakit kepala,” terang Febri Kurniawan Pikulun, pendamping sekaligus penasehat hukum keluarga korban, Jumat (29/9).
Febri menyebut, pihaknya bersama keluarga korban juga tengah berencana melakukan CT Scan untuk memastikan kondisi luka di kepala korban.
”Rencana memang akan diperiksakan ke rumah sakit,” lanjutnya.
Selain itu, Febri juga menyebut korban hingga kini juga masih mengalami trauma. Korban belum mau bersekolah.
”Korban masih tidak mau sekolah, kita juga masih melakukan perbaikan psikologinya lah biar dia yakin dan mau bersekolah lagi,” lontarnya.
Disinggung soal perkembangan pelaporan yang dilakukannya, hingga kini pihaknya juga masih melengkapi sejumlah kekurangan bukti yang sebelumnya dipersyaratkan pihak kepolisian.
Febri juga menyebut, pihaknya hingga kini masih akan membatasi untuk upaya mediasi atau perdamaian di luar jalur hukum.
”Yang jelas kemarin saya sampaikan kepada klien untuk mengindari sementara intervensi dari luar. Semua undangan mediasi dan pembicaraan sebaiknya melalui PH saja,” lontarnya.
Sementara itu, pantauan di sekolah tempat korban belajar pada Jumat (29/9) pagi, terlihat petugas dari DPPKB-PPPA Jombang mendatangi sekolah.
Selanjutnya menggelar pertemuan bersama pihak sekolah dan kepala desa.
Pertemuan berlangsung sekitar 30 menit, mulai pukul 09.30 hingga pukul 10.00, dan digelar tertutup.
Usai pertemuan, pihak sekolah enggan memberikan berstatemen.
”Saya tidak mau ngomong apa-apa, silakan ke pak kades saja ya, saya sudah pasrahkan ke pak kades,” ungkap kepala sekolah tempat korban belajar.
Saat dikonfirmasi, kepala desa tempat korban tinggal membenarkan adanya petugas yang datang Jumat kemarin.
”Ya tadi ada dari dinas, ya menanyakan kronologisnya saja. Ya kita jelaskan tadi,” ungkapnya.
Dijelaskan, korban memang hingga hari ini belum mau bersekolah kembali.
Kendati demikian, pihaknya mengharapkan orang tua korban mau membujuk anaknya untuk kembali bersekolah.
”Belum sekolah memang, dan kita harapannya ya mau sekolah lagi, tidak perlu pindah juga,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW