JOMBANG - Polisi mengungkap hasil dan kesimpulan dari otopsi yang dilakukan dokter forensik kepada jasad M Sapto Sugiyono, korban pembunuhan di Jombang.
Menurut polisi, penyebab utama kematian Sapto adalah tembakan senapan angin yang dilakukan M Hasan Syafii kepada korban.
“Jadi dari hasil otopsi, diketahui terdapat beberapa luka, yang paling fatal dan menyebabkan kematian korban adalah luka tembak,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto.
Dari otopsi yang dilakukan, dokter forensik menyimpulkan ada luka tembak yang mengenai dada kiri korban dan berbelok ke arah kanan.
Peluru itu, kemudian menembus dada, tulang dada hingga menembus bagian paru-paru kanan korban.
“Proyektil peluru bersarang di bagian tulang belakang korban,” imbuhnya,
Tembakan itu jugalah yang membuat terjadi pendarahan dalam pada tubuh Sapto. Hingga ia sempat mengalami muntah darah.
“Tentu juga ditambah dengan pukulan pada kepala korban secara bertubi-tubi itu,” lontarnya.
Dalam otopsi itu, Polisi juga memastikan hanya ada satu luka tembak di tubuh korban.
Hingga kemarin, Polisi juga menyebut masih melakukan pendalaman lebih lanjut kepada tersangka yang kini ditahan di Mapolres Jombang.
“Untuk tersangka kondisinya sehat, koordinasi dengan dokter juga psikolog untuk pemeriksaan kejiwaan dan psikologisnya juga tengah dikoordinasikan,” pungkas Aldo. (riz/bin/riz)
Editor : Achmad RW