JOMBANG - Aksi tawuran saat karnaval kemerdekaan di Ngoro berbuntut panjang. Dua korban sudah melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib. Namun, para pelaku yang sudah dikantongi identitasnya masih buron.
Kapolsek Ngoro AKP Subandriyo menjelaskan, kedua korban yakni Wd, 32 dan MI, 27 sudah melaporkan kejadian yang dialami keduanya.
“Pemeriksaan saksi sudah dituntaskan, visum kedua korban juga sudah dilakukan,” ucapnya.
Namun hingga kini keberadaan pelaku yang dikenali kedua korban belum diketahui. Para pelaku melarikan diri dari rumahnya usai kejadian.
“Pelaku tidak di tempat (di rumahnya, Red), masih belum berhasil ditangkap,” lanjutnya.
Namun, pihaknya masih terus melakukan pencarian. Termasuk memantau keberadaan orang-orang yang jadi terlapor.
“Kami sudah membentuk tim untuk memburu pelaku,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, karnaval memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan Indonesia di Ngoro Jombang, Sabtu (26/8) lalu berakhir ricuh.
Hal itu terjadi saat rombongan melintasi jalan provinsi di Desa Badang, Kecamatan Ngoro. Video aksi tawuran itupun beredar ke sejumlah aplikasi media sosial.
Setelah direkam salah satu netizen yang sedang melakukan siaran langsung melalui aplikasi Tiktok.
Dua kelompok itu saling bertikai tanpa sebab jelas. Menurut warga, tawuran itu dipicu kondisi peserta karnaval yang sedang mabuk.
Pemuda itu kemudian tak terima saat tersenggol hingga berujung bentrok. Beberapa orang jadi korban, termasuk seorang penonton. (riz/bin/riz)
Editor : Achmad RW