JOMBANG - Camat Ngoro, Endro Wahyudi menyebut pelaku tawuran saat karnaval kemerdekaan di Ngoro itu bukanlah kelompok pemuda antar desa.
Dari data yang dimilikinya, kedua kelompok yang bertikai itu sebenarnya adalah sama-sama pemuda dari desa yang sama.
“Dari satu desa, dan tidak antar desa kalau informasi ini tadi, namun siapa-siapa namanya ini yang saya belum tahu,” lontarnya.
Dalam karnaval kemerdekaan itu, Endro menyebut tiap desa di Kecamatan Ngoro memang mengirimkan perwakilannya. Namun, karena perwakilan desa pasukannya pun biasanya dalam jumlah besar.
“Memang banyak satu desa, bahkan ada yang masing-masing dusun mengirimkan,” lanjutnya.
Soal penyebab utama pecahnya tawuran itu, Endro juga menduga faktor utamany adalah peserta yang dalam kondisi mabuk.
“Dia itu mabuk terus berupaya dinasehati sama rekannya terus tidak terima. Pelaku dan korban juga sudah usia dewasa,” imbuhnya.
Pihaknya juga menyebut, insiden tawuran itu tak berlangsung lama. Setelah berhasil diredam, tawuran itu akhirnya selesai dan tak meluas ke peserta yang lain.
“Kebetulan itu peserta juga bagian ujung, jadi sudah mau selesai juga, dan tidak meluas,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, karnaval memeriahkan HUT ke-78 kemerdekaan Indonesia di Ngoro, Jombang berakhir ricuh.Hal itu terjadi saat rombongan itu melintasi jalan provinsi di Desa Badang Kecamatan Ngoro.
Video aksi tawuran itupun beredar ke sejumlah apliksi dan media sosial. Kejadian itu, direkam salah satu netizen yang sedang melakukan siaran lansgung melalui aplikasi Tiktok.
Dua kelompok itu saling bertikai tanpa sebab yang jelas. Menurut warga, tawuran itu dipicu kondisi peserta karnaval yang sedang mabuk. Pemuda itu kemudian tak terima saat tersenggol hingga berujung bentrok.
Beberapa orang jadi korban dalam kejadian itu, termasuk seorang penonton. Kasusnya, kini juga tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. (riz)
Editor : Achmad RW