JOMBANG – Tawuran yang terjadi saat karnaval kemerdekaan di Ngoro dibenarkan Kapolsek Ngoro.
Pihaknya menyebut, ada dua korban dari kejadian itu. Keduanya juga telah melapor ke Mapolsek Ngoro untuk diperiksa lebih lanjut.
“Korban ada dua orang, sudah melapor per Minggu (27/8) ini tadi dan sudah dilakukan visum juga,” terang Kaposek Ngoro AKP Subandriyo.
Pihaknya menjelaskan, dua korban yang melapor itu mengalami luka ringan. Keduanya, mengalami luka pada bagian wajah akibat tawuran itu.
“Luka di muka, dan kedua-duanya luka ringan,” lanjutnya.
Dari pemeriksaana awal, diketahui korban dan pelaku disebutnya saling kenal. Kedua korban, bahkan sudah menyebut nama pelaku yang ia kenali itu.
“Sudah mengarah ke nama terduga pelakunya, karena dikenali, selanjutnya ya kita lakukan penyelidikan dan pengejaran,” lontar Subandriyo.
Seperti diberitakan sebelumnya, karnaval memeriahkan HUT ke-78 kemerdekaan Indonesia di Ngoro, Jombang berakhir ricuh.Hal itu terjadi saat rombongan itu melintasi jalan provinsi di Desa Badang Kecamatan Ngoro.
Video aksi tawuran itupun beredar ke sejumlah aplikasi dan media sosial. Kejadian itu, direkam salah satu netizen yang sedang melakukan siaran lansgung melalui aplikasi Tiktok.
Dua kelompok itu saling bertikai tanpa sebab yang jelas. Menurut warga, tawuran itu dipicu kondisi peserta karnaval yang sedang mabuk. Pemuda itu kemudian tak terima saat tersenggol hingga berujung bentrok.
Beberapa orang jadi korban dalam kejadian itu, termasuk seorang penonton. Kasusnya, kini juga tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. (riz)
Editor : Achmad RW