JOMBANG - Upaya polisi mengungkap penemuan mayat perempuan korban mutilasi di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Jumat (4/8) belum membuahkan hasil.
Harapan pengungkapan kasus mutilasi ini, datang dari aktivis perlindungan perempuan di Jombang. Direktur Women's Crisis Center (WCC), Anna Abdillah mendorong kepolisian bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini.
Pihaknya menilai, selain akan menjadi preseden buruk bagi kinerja kepolisian jika tidak berhasil mengungkap kasus mutilasi ini, tindakan pelaku yang sangat keji juga bisa menimbulkan trauma kepada masyarakat.
”Kami berharap polisi bisa bekerja maksimal untuk mengungkap, sebab selain tindakan sangat keji juga menimbulkan trauma di masyarakat,” tandas Anna kepada Jawa Pos Radar Jombang beberapa waktu lalu.
Dikonfirmasi terpisah, polisi mengakui hingga kini penyidikan kasus mutilasi ini masih buntu. ”Sampai sekarang belum terungkap,” singkat Kasatreskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto kepada Jawa Pos Radar Jombang (20/8).
Disinggung terkait pendalaman keterangan warga yang sudah mendatangi kepolisian terkait kehilangan anggota keluarga, hingga kini juga belum memberikan petunjuk untuk menguak identitas korban. ”Sampai kemarin dua itu saja di Polsek Tembelang dan Polsek Diwek,” imbuh Aldo.
Aldo menyebut, hingga kemarin pihaknya juga masih menunggu hasil dari pemeriksaan yang dilakukan kedua polsek itu kepada pelapor.
”Kami masih perlu kroscek dulu, karena yang melakukan pemeriksaan kan memang dari petugas di Polsek ya,” lanjutnya.
Selain dua laporan itu, Aldo juga menyebut belum ada lagi laporan kehilangan keluarga lainnya. Termasuk saat disinggung soal uji DNA kepada sampel yang dikirim kepada Labfor Polda Jatim.
”Sampai kemarin belum ada juga yang melapor ke Polda Jatim termasuk mengajukan uji DNA itu,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia di sungai, Jumat (4/8) malam. Potongan mayat dibungkus dalam dua karung.
Saat dilakukan olah TKP, kondisi mayat berjenis perempuan itu mengenaskan. Kondisi tubuhnya tak lagi utuh dan sudah mengalami pembusukan. Karung pertama berisi potongan tangan kanan dan kiri, serta tulang selangka kanan dan kiri. Sedangkan karung kedua berisi bagian badan sampai kaki.
Bagian kepala korban tidak ditemukan di dalam kedua karung. Selain itu, dari hasil otopsi, diketahui bagian organ dalam (ginjal) juga tidak ditemukan.
Polisi tidak menemukan kartu identitas korban, kondisi mayat bugil. Dari hasil otopsi, korban berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan berumur 25-50 tahun.
Tinggi badan sekitar 145-148 cm. Korban, juga diperkirakan memiliki kulit sawo matang dengan rambut hitam halus sepanjang 33 cm.
Polisi juga sudah menyebar ciri-ciri korban ke masyarakat termasuk berkoordinasi dengan Polda Jatim. Selain itu, polisi juga sudah melakukan tes DNA. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW