JOMBANG – Pencarian identitas mayat tanpa kepala korban mutilasi di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, masih berlanjut.
Polisi, hingga kini belum menemukan identitas korban mutilasi itu. Namun, sudah ada dua laporan kehilangan kelurga yang kini tengah didalami polisi.
“Dari inventarisir yang dilakukan, juga pendataan laporan di Polres Jombang dan polsek Jajaran, ada 6 laporan orang hilang yang diterima, namun yang masuk kriteria baru dua,” terang AKP Aldo Febrianto Kasatreskrim Polres Jombang, saat dikonfirmasi, Jumat (11/8) sore.
Ia menjelaskan, dua laporan itu berasal dari Polsek Diwek dan Polsek Tembelang. Di Polsek Diwek, orang yang dilaporkan hilang sejak 4 Juli 2023. Sementara di Polsek Tembelang, ada orang yang dilaporkan hilang sejak 3 Juli 2023.
“Jadi dari enam laporan itu, yang perempuan dan masuk kriteria hanya dua. Rencananya penyidik akan memanggil keluarga pelapor itu untuk melakukan wawancara dan klarifikasi,” imbuhnya.
Aldo juga menyebut, laporan kehilangan keluarga yang masuk itu seluruhnya berasal dari Jombang. “Belum ada yang dari luar kota,” tambahnya.
Hingga kini pihaknya masih terus mencari identitas korban yang ditemukan dalam kondisi tanpa kepala itu.
Tantangan utamanya, adalah kondisi jasad korban yang sudah mengalami pembusukan. Termasuk bagian kepala dan organ dalam korban yang hilang sehingga sulit dikenali.
Disinggung terkait peristiwa penjualan organ dalam, Aldo enggan berspekulasi. “Kami tidak mau berspekulasi apapun soal itu, yang jelas kami masih fokus untuk pencarian identitas korban dan pengungkapan pelaku,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, digegerkan dengan penemuan jasad dalam dua karung yang ternyata korban mutilasi, Jumat (4/8) malam.
Temuan mayat itu kali pertama diketahui pencari ikan di saluran air pinggir jalan setempat. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban terpotong dalam tiga bagian, yakni bagian leher sampai kaki di karung pertama.
Sementara dua potongan tangan di karung kedua. Sementara bagian kepala dan organ dalam hingga kini belum ditemukan.
Dari hasil otopsi diketahui, korban merupakan seorang wanita berusia 25-50 tahun dengan tinggi badan sekitar 145-148 cm. Korban diperkirakan memiliki kulit sawo matang dengan rambut hitam halus sepanjang 33 cm. (riz/bin/riz)
Editor : Achmad RW