JOMBANG – Diana Soewito, 46, seorang menantu di Jombang melaporkan Yeni Sulistiyowati, 76, mertuanya sendiri ke Polsek Jombang kota. Hal ini, dilakukan Diana setelah serangkaian kejadian yang membuatnya sakit hati. Sang mertua, dilaporkan ke polisi dengan dugaan penggelapan perhiasan miliknya.
“Jadi pelaporan ini sudah sejak Februari 2023 lalu, Maret itu naik jadi LP dan sekarang sudah penyelidikan,” terang Diana melalui kuasa hukumnya Andri Rochmad Kamis (6/7).
Andri menjelaskan, kejadian ini bermula saay suami Diana, Soebroto Adi Wijaya alias Washing meninggal dunia pada Desember 2022 lalu. Sepeninggal Washing, Dianalah yang jadi pewaris tunggalnya.
“Klien saya ini punya sejumlah usaha di Surabaya yang dirintisnya sejak sebelum menikah. Namun saat menikah, perusahaan itu dipakai atas nama mendiang Washing, karena tidak punya anak,” lanjutnya.
Ia pun mencoba meminta sejumlah dokumen pribadi milik Washing yang masih tertinggal di rumah orang tuanya di Jombang. Yakni HP, KTP hingga tiga cincin. “KTP ini untuk mengurus kepentingan bisnis klien saya dan mendiang suaminya,” imbuh Andri.
Sedangkan cincin ini adalah sepasang cincin pernikahan dan sebuah cincin berlian milik mendiang Washing yang diberi orang tua Diana. “Cincin itu sejak menikah dititipkan ke ibu mendiang, sepasang cincin pernikahan dan sebuah cincin berlian itu nilainya sekitar Rp 105 jutaan,” tambahnya.
Namun, bukannya memberikan cincin yang dititipkan dan dokumen yang diberikan, yang datang kepada Diana justru caci maki. Semenjak sang suami sakit, ia memang dijauhkan dari suaminya itu. Bahkan, setelah suaminya meninggal dunia Diana justru jadi sasaran tembaknya.
“Klien saya justru difitnah kalau menelantarkan hingga yang menyebabkan suaminya meninggal dunia. Padahal upayanya selama ini sudah sangat maksimal,” lontar Andri.
Bisa ditebak, KTP milik mendiang pun tak diberikan, Bagitupun cincin ratusan juta itu juga ditahan mertuanya itu. Karena itulah lapora itu dilakukan. “Sudah dilaporkan, kami juga sudah memberikan buktinya, terlapor juga sudah diperiksa. Ya semoga polisi bisa mengusut kasusnya,” rincinya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Jombang Kota AKP Soesilo juga membenarkan pelaporan itu. Pihaknya bahkan telah memanggil terlapor dan pelapor untuk dimintai keterangan. Hingga kini, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga belum menentukan tersangkanya. “Sudah dilakukan pemanggilan, sempat dimediasi juga, proses pemeriksaan juga sudah,” ungkapnya (6/7).
Semenyata Yeni Sulistiyowati, enggan memberikan keterangan kepada awak media terkait pelaporan yang dilakukan menantunya itu. Ditemui usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Jombang Kota (6/7) siang, Yeni terlihat keluar bersama anak dan menantunya sambil menutup wajahnya. “Emoh (Tidak mau memberi keterangan,Red),” ucapnya sembari berlalu. (riz)
Editor : Achmad RW