JOMBANG – Sebuah kandang ayam milik Kamil Masrukan, 32, warga Dusun/Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Jombang terbakar Selasa (26/6) pagi. Akibatnya, ia mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah 13.000 ayam mati terpanggang.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana Daerah BPBD Jombang Syamsul Bahri mengatakan, kebakaraan kandang ayam itu terjadi sekitar pukul 08.30. Awalnya, tetangga melihat kepulan asap di sekitar kandang ayam.
”Karena melihat kobaran api, warga juga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya,” ujarnya, kemarin.
Namun karena kandang dibangun dengan material kayu, maka api semakin mudah membakar semua bagian. Usaha warga untuk memadamkan api itu sia-sia karena api semakin besar.
”Setelah itu kami mendapat laporan, langsung kami mengerahkan dua truk fire pumper dan satu unit truck supllay,” katanya.
Kobaran api yang terlalu besar, membuat petugas cukup kesulitan memadamkan api. Berselang tiga jam kemudian api baru berhasil dipadamkan. ”Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 12.00,” tuturnya.
Kebakaran, lanjut Syamsul, diduga karena konsleting listrik pada oven pemanas ayam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, kandang seluas 500 meter persegi dan 13.000 ekor ayam hangus terpanggang hidup-hidup. ”Kerugian diperkirakan mencapai Rp 650 juta,” pungkasnya. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW