Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dilaporkan Ke Kejaksaan, Kades Sidomulyo Akui Ada Proyek Belum Difungsikan

Achmad RW • Sabtu, 4 Maret 2023 | 14:45 WIB
Proyek Sumur dalam yng menghabiskan anggaran hingga Rp 110 juta ini hingga kini belum difungsikan.
Proyek Sumur dalam yng menghabiskan anggaran hingga Rp 110 juta ini hingga kini belum difungsikan.
JOMBANG - Kades Sidomulyo Sunyoto, mengaku telah mengetahui jika pihaknya diaporkan ke Kejari Jombang terkait sejumlah proyek di desanya. Ia juga mengakui ada beberapa proyek yang hingga kini belum difungsikan karena beberapa hal.

"Iya memang ada laporan kemarin, saya sendiri sudah tahu," terang Sunyoto kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia menjelaskan,  pembangunan sumur dilaksanakan tahun lalu. Anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 110 juta. ”Itu dibangun di Dusun Dempok, ada satu titik saja. Kegiatan diserahkan sepenuhnya ke tim pelaksana kegiatan (TPK),” ujarnya.

Ia menyebut, proyek dilaksanakan November lalu dan berakhir Desember 2022. Lantaran belum ada serahterima atau hibah ke Himpunan petani pemakai air (Hippa) setempat, maka hasil proyek belum bisa digunakan. ”Jadi penggunaannya ada jeda karena ditunda, bukan mangkrak,” tegas Sunyoto.

Alasannya, saat itu ia menunggu audit Inspektorat Jombang. Setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan, karena baru dilaksanakan 15 Februari lalu. Setelah itu, baru diserahkan ke Hippa, didampingi kecamatan dan DPMD Jombang,” tutur dia.

Dikatakan, sumur digunakan ketika musim kemarau. Selama ini, wilayahnya memang kekurangan air setiap masuk musim kemarau. Sementara di musim penghujan masih mengandalkan air hujan. ”Kalau tidak ada bantuan itu kasihan petani. Selama ini mengandalkan tadah hujan saja,” lanjut Sunyoto.

Menurutnya, anggaran sebesar itu digunakan untuk pengeboran dan peralatan lain. Mulai dari jasa pengeboran, mencari titiknya di mana, lalu ada alat mesin pompa jenis submersible, listrik berdaya 6.600 watt dengan kedalaman 70-80 meter.

Sementara, untuk proyek MCK merupakan program Jombang Berkadang (Berkarakter dan berdaya saing) dari Pemkab Jombang. ”Kegiatan 2022 ada di 27 titik, sudah ada pendampingan dan verifikasi dari Dinas Perkim. PPK desa melaksanakan sesuai RAB dan dana yang ada,” lanjut Sunyoto.

Dari 22 titik itu pembangunan menyebar di empat dusun. Masing-masing Dusun Kandangan 11 titik, Dusun Sidomulyo 2 titik, Dusun Candi 3 titik, serta Dusun Dempok 11 titik. ”Setiap titik Rp 5 juta, item pekerjaan sesuai rencana. Yang jelas utamanya septic tank, closet, dan bilik. Untuk ukuran menyesuaikan masing-masing rumah,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi menyebut, di antara bangunan sumur dalam lokasinya berada di pinggir jalan. Bangunan bercat putih dilengkapi meteran listrik beserta tempat penampungan air. Tak ada aktivitas bila sumur itu berfungsi. Berikut tempat penampungan air yang dilengkapi pipa paralon menyambung ke saluran di dalamnya, juga tak ada air. Hanya terlihat sisa potongan kabel warna hitam. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW
#Proyek #Dilaporkan Kejaksaan #Jombang #Megaluh #DANA DESA #Sidomulyo #Kejari Jombang