’’Kejadian itu bukan di MIN 1 Jombang, sudah tidak usah dibesar-besarkan,’’ kata Taufiqurrohman, kepala Kantor Kemenag Jombang melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Arif Hidayatullah, kemarin.
Kabar tersebut beredar sejak Senin (20/1). Di grup-grup wali murid heboh rekaman suara berdurasi 1 menit 20 detik. ’’Pada ibu-ibu wali kelas 2A, saya imbau kalau menjemput putra-putrinya, jangan sampai terlambat. Karena tadi pas olahraga di lapangan dekat masjid di belakang, ada kejadian Saskia hampir diculik,’’ ucap suara wanita yang ada dalam rekaman.
Wanita tersebut menerangkan, Saskia ditarik ibu-ibu berjilab dan wajahnya menyerupai laki-laki. ’’Ditarik sama ibu-ibu berjilbab, tapi mukanya seperti bencong ya. Si Saskia ditarik kenceng. Saskianya gak mau. Nekat ditarik terus ditendang sama Saskia. Setelah Saskia teriak-teriak ke Adiba suruh panggilin Pak Hariono, orang itu langsung kabur,’’ rincinya.
Perempuan dalam rekaman itu juga mengatakan, percobaan penculikan juga dialami siswi kelas 4C bernama Iva. ’’Itu juga mau diajak ibu-ibu, memakai mobil merah. Untung anaknya langsung kabur ke dalam. Nah, makanya ibu-ibu tolong waspada. Kalau jemput jangan nyuruh-nyuruh siapapun. Atau Gojek ya. Saya jadi ngeri kalau nyuruh Gojek atau apapun. Tolong dijemput sendiri terima kasih,’’ urai suara perempuan yang ada dalam rekaman mengakhiri suaranya.
Salah satu wali murid MIN 1 Jombang mengatakan, berita tersebut sempat bikin heboh di grup. Namun setelah dikonfirmasi, Selasa (31/1), pihak sekolah menyatakan, kejadian tersebut bukan di MIN 1 Jombang. ’’Di sekolah sudah ketat sekarang. Penjagaan ketat, tidak sembarangan orang bisa masuk, mungkin bukan di MIN 1. Tapi tetap waspada,’’ kata wali murid kelas 2 tersebut.
Sementara itu, Luluk Wahyu Ningsih, kepala MIN 1 Jombang mengatakan, di MIN 1 Jombang tidak ada kejadian seperti yang telah tersebar. Ia menjelaskan, nama-nama yang disebutkan di pesan suara itu bukan siswi MIN 1 Jombang. ’’Murid kelas 2A tidak ada yang bernama Saskia, pegawai juga tidak ada yang bernama Hariono,’’ kata Luluk.
Ia menambahkan, di belakang masjid MIN 1 Jombang juga tidak ada lapangan. ’’Kelas 4C juga tidak ada siswa yang bernama Iva,’’ tegasnya.
Sebelumnya, kabar penculikan juga sempat heboh di jagad Facebook. Dua anak, kakak beradik, asal Gongseng Kecamatan Megaluh, bercerita kepada orang tuanya jika hampir diajak seseorang yang membawa sebuah mobil.
’’Wong e buka lawang ngiming-imingi jajan,’’ kata percakapan ayah dan anak yang beredar di Facebook. Merasa curiga, dua anak tersebut langsung memacu sepedanya dengan kencang. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW