Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Lelah Mencari, Korban Bidan Desa Sudimoro Berencana Lapor Polisi

Achmad RW • Sabtu, 17 September 2022 | 14:34 WIB
Ilustrasi penipuan
Ilustrasi penipuan
JOMBANG – Bidan LY, terancam tinggal di balik jeruji penjuri. Menyusul beberapa korban berencana melaporkan dugaan tindak penipuan yang dilakukan oknum bidan desa ini.

”Untuk laporan saya sendiri sedang menyiapkan beberapa bukti yang dibutuhkan. Beberapa teman yang juga korban juga sudah saling ngobrol soal ini kemarin,” terang Markonah, 24, warga Dusun Paritan, Desa Sudimoro salah satu korban penipuan bidan LY.

Kepada Jawa Pos Radar Jombang, Markonah menjelaskan, ia adalah salah satu korban bidan LY yang menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah. Ia, ditipu LY dengan modus menggunakan namanya untuk ambil pinjaman hingga mencicil motor. ”Jadi awal kenal itu karena saya waktu lahiran memang sebelumnya didampingi sama bu bidan LY ini,” lanjutnya.

Singkatnya, karena terus dirayu, ia pun setuju namanya dipakai oknum bidan mengambil cicilan motor. ”Dia beli motor N-Max seharga Rp 30 juta, dengan uang muka Rp 7 juta dan angsuran Rp 1 juta lebih per bulan,” ungkapnya.

Kejadian itu, berlangsung awal tahun 2022. Uang muka yang digunakan untuk membeli motor itu, juga dipinjaminya. Dengan janji cicilan akan dibayarnya. ”Saya juga dijanjikan akan dibelikan mesin cuci kalau sukses,” tambahnya.

Motor itupun datang dan dipakai bidan LY. Awalnya LY juga membayar cicilannya dengan lancar. Selain untuk mengambil pinjaman dan ambil motor, LY juga menggunakan dokumen Markonah untuk ambil pinjaman di salah satu koperasi simpan pinjam.

Dokumen itu, berupa surat nikah yang diserahkan pada LY untuk pengurusan akta kelahiran buah hatinya. ”Ada juga hutang di desa yang pakai atas nama saya, total seluruhnya sekitar Rp 13 juta pokoknya yang berupa uang,” lontarnya.

Namun, masalah muncul pekan lalu. Beberapa petugas bank mendatanginya, begitupun leasing yang jadi lokasi LY membeli motor. Teryata  LY nunggak cicilan sejak dua bulan lalu. ”Waktu yang nagih datang ke rumah juga bilang kalau bu bidan LY sudah tidak ada di rumah dinasnya. Saya makin bingung sampai tidak bisa tidur, apalagi beberapa hari setelahnya HP bu bidan tidak aktif lagi,” tambahnya.

Markonah, mengaku sudah sempat mencari keberadaan LY. Ia, mencarinya di rumah orang tua tiri sang bidan di Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh. ”Ternyata di sana dia juga tidak ada. Adik dan ibu tirinya juga cerita kalau mencari LY karena jadi korban juga,” tambahnya.

Ia juga sempat mendatangi Mapolsek Megaluh untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Namun, saat kedatangan pertama petugas menyarankannya menyelesaikannya secara kekeluargaan. ”Saya tidak mau, terus diminta melengkapi bukti dan melapor sendiri ke Jombang, ya saya akan laporkan,” tambahnya.

Ia masih berharap, bisa segera menemukan keberadaan LY. Ia juga masih berharap uang dan tanggungan hutangnya bisa diselesaikan bidan desa itu sesuai perjanjian. ”Walaupun lapor, saya tetap berharap uang saya kembali, saya juga berat mencicil motor itu, apalagi motornya tidak pernah saya pakai,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, LY, seorang bidan desa kabur setelah diduga menipu puluhan warga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh. Modus yang digunakan beragam. Ada yang diminta berhutang atas nama orang lain, juga menjual arisan online yang ternyata bodong. Kerugian dari para korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (riz/naz/riz) Editor : Achmad RW
#sudimoro #Jombang #penipuan #bidan desa #Megaluh #korban lapor polisi