Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Keracunan di Podoroto, Polisi Tambah Dua Saksi

Achmad RW • Minggu, 22 Mei 2022 | 15:03 WIB
ilustrasi keracunan (pixabay.com)
ilustrasi keracunan (pixabay.com)
JOMBANG – Jumlah saksi yang diperiksa polisi terus bertambah. Meski semua korban keracunan di Dusun Garu, Desa Podoroto dinyatakan sehat dan pulang ke rumahnya. Namun, polisi masih melakukan pemeriksaan saksi dan menunggu hasil lab sampel keluar.

“Update sampei hari ini (Kemarin,Red), seluruh pasien baik yang puskesmas maupun rumah sakit sudah pulang,” terang AKP Achmad Kapolsek Kesamben, saat dikonfirmasi Sabtu (21/5).

Untuk penyelidikan kasus ini pihaknya menghadirkan dua saksi tambahan. Selain tiga orang yang sebelumnya telah diperiksa, dua saksi lagi menyusul diperiksa. “Dua tambahan ini para korban yang sudah sembuh, jadi sekarang ada tiga korban keracunan,” lontarnya.

Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan. Saat ditanya soal kemungkinan naik, ia menyebut akan koordinasi terlebih dahulu dengan Polres Jombang. “Penyelidikan ini kan di-backup Polres Jombang, jadi untuk kelanjutannya nanti ya tinggal koordinasi dulu,” tegas dia.

Kendati demikian, hingga kemarin ia menyebut koordinasi terakhir, hasil sampel yang dikirim ke laboratorium belum keluar. Sehingga belum diketahui pasti zat yang menyebabkan keracunan sapi tersebut. “Labkesda belum ada ini hasilnya, masih ditunggu,” imbuh dia.

Achmad menyebut, akan terus melakukan penyelidikan. Termasuk soal kemungkinan naiknya kasus. “Penyelidikannya ini kita di-backup Polres Jombang, jadi kelanjutannya nanti ya kita koordinasi dulu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, mengalami keracunan masal sejak Kamis (12/5) lalu. Keracunan dirasakan mereka setelah menyantap nasi kotak berkatan yang didapat dari acara yasinan di kampung.

Warga yang memakan nasi kotak, mengalami gejala serupa, yakni mual, muntah dan diare disusul demam. Dinkes menyebut, ada lebih dari 40 orang yang terdampak keracunan nasi kotak berkatan. Dari jumlah itu 35 orang menjalani rawat jalan, sembilan orang rawat inap di Puskesmas Kesamben, serta lima orang dirawat di RS Mojokerto. (riz/bin) Editor : Achmad RW
#keracunan di podoroto #keracunan di Jombang #keracunan makanan