Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dinas Lingkungan Hidup Keruk 193 Ton Limbah B3 Liar di Sumobito

Rojiful Mamduh • Selasa, 27 Oktober 2020 | 01:10 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengeruk ratusan ton limbah abu a
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengeruk ratusan ton limbah abu a


JOMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengeruk ratusan ton limbah abu aluminium yang dibuang liar di Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Sabtu (24/10/2020).


Pengerukan terpaksa dilakukan karena pembuang tak bisa diidentifikasi. ’’Hari ini kita keruk satu titik, jumlahnya 193 ton,’’ kata Yuli Inayati, kabid Wasdal Gakkum DLH Jombang.



Sebelumnya, lokasi limbah sudah dipasang plang segel KLHK. Sebelum dikeruk, segel sudah dicopot. ’’Ada berita acara pencopotan segel,” jelasnya.



 Pengerukan dilakukan dengan menggunakan sebuah beckhoe. Limbah yang menumpuk bertahun-tahun ini dikeruk dan dipindahkan ke truk-truk transporter.


DLH akhirnya harus mengeruk sendiri titik pembuangan ini karena hingga sekarang belum ada kejelasan mengenai siapa pembuang limbah di tengah areal persawahan tersebut.



Sebelumnya, limbah diletakkan warga di lokasi itu sebagai akses jalan menuju petak sawah.


“Untuk yang titik ini kan sudah bertahun-tahun, pembuangnya tidak teridentifikasi sehingga menjadi kewajiban pemerintah untuk melakukan pemulihan lingkungan,” lanjutnya.



Selain di titik itu, dari data yang dimilikinya, ada 118 titik pembuangan limbah B3 lainnya di Jombang yang belum teridentifikasi.


Seluruh titik tersebut akan dikaji juga untuk pemulihan lingkungan dan evakuasi limbah. “Kita laksanakan bertahap, jadi tahun ini ada dua, titik ini sama bulan depan di Dam Yani,” lontar perempuan yang akrab disapa Ina ini.


Usai diangkut dari sawah, limbah yang sudah mengeras akan dikirim ke perusahaan semen untuk dijadikan salah satu bahan baku pembuatan semen.


’’Yang jelas sudah ada MoU juga ya, kita serahkan ke Semen Indonesia,” pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh