RadarJombang.id – Setelah bertahun-tahun hanya menjadi bagian dari kisah sejarah dunia One Piece, akhirnya sosok legendaris Rocks D Xebec muncul secara visual dalam manga terbaru karya Eiichiro Oda.
Kemunculan wajahnya dalam Manga One Piece Chapter Terbaru menghebohkan para penggemar karena membenarkan banyak teori tentang betapa berbahayanya Xebec hingga membuat Pemerintah Dunia panik.
Dalam narasi yang dibawakan oleh Sengoku di Chapter 957, Rocks disebut sebagai bajak laut terkuat sebelum era Roger.
Ia bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga memimpin kru yang berisi tiga calon Yonko besar: Edward Newgate (Whitebeard), Charlotte Linlin (Big Mom), dan Kaido.
Fakta bahwa mereka pernah tunduk pada Xebec menunjukkan betapa mengerikannya dominasi sang kapten.
Tujuan Menggulingkan Pemerintah Dunia
Rocks tak hanya berburu harta dan kejayaan. Ia memiliki ambisi besar yang disebut “gila” oleh angkatan laut: menghancurkan Tenryuubito dan menjadi penguasa dunia.
Ambisinya itu menjadikan dirinya sebagai ancaman langsung bagi tatanan dunia, jauh melampaui ambisi Yonko pada umumnya.
Pertempuran God Valley, Bukti Skala Ancaman
Dalam insiden God Valley, Rocks hanya bisa dikalahkan oleh kerja sama dua legenda besar: Gol D Roger dan Monkey D Garp. Momen langka di mana bajak laut dan marinir bersatu, menjadi bukti bahwa Xebec adalah ancaman eksistensial yang tak bisa dihadapi sendirian.
Bounty Rocks D. Xebec, Lebih dari Sekadar Angka?
Baca Juga: Wajah Legenda Rocks D. Xebec Akhirnya Muncul di Manga One Piece 1154! Wajah dan Tabiatnya Mirip Blackbeard
Meski belum diumumkan secara resmi oleh Oda, banyak penggemar berspekulasi bahwa bounty Rocks bisa mencapai lebih dari 5 miliar belly.
Bahkan ada yang menyebut nilainya bisa melampaui bounty Gol D. Roger (5.564.800.000 belly), mengingat skala bahaya yang ia timbulkan terhadap Pemerintah Dunia.
Dihapus dari Sejarah
Yang paling mencurigakan adalah setelah kekalahannya, semua jejak Rocks dihapus: nama, catatan sejarah, hingga pulau God Valley tempat ia dikalahkan—semuanya lenyap.
Tindakan ini menunjukkan ketakutan Pemerintah Dunia terhadap ideologi dan pengaruh Rocks, bahkan setelah kejatuhannya. (riz)