Radarjombang.id – Kalender Februari 2026 ramai diperbincangkan warganet.
Dalam sejumlah unggahan media sosial disebutkan bahwa Februari 2026 merupakan bulan yang sangat unik karena setiap hari, mulai Senin hingga Minggu, masing-masing hanya muncul empat kali.
Bahkan, klaim tersebut menyebut peristiwa ini hanya terjadi sekali dalam 823 tahun.
Berdasarkan kalender Masehi, Februari 2026 memang hanya memiliki 28 hari. Artinya, setiap hari dalam sepekan secara otomatis muncul tepat empat kali.
Februari 2026 juga dimulai pada hari Minggu dan berakhir pada hari Sabtu.
Namun, para pemerhati kalender menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah peristiwa langka. Bulan Februari dengan 28 hari yang dimulai pada hari Minggu merupakan pola yang secara rutin muncul dalam sistem kalender Gregorian.
Dalam kalender Gregorian, pola Februari seperti ini akan kembali terulang secara periodik, khususnya pada tahun non-kabisat yang dimulai pada hari Minggu. Artinya, fenomena serupa tidak hanya terjadi pada 2026.
Meski demikian, kalender Februari 2026 tetap menarik perhatian masyarakat, terutama karena bertepatan dengan penanggalan Hijriah dan penanggalan Jawa yang juga ditampilkan dalam sejumlah kalender cetak dan digital.
Masyarakat diimbau untuk lebih cermat menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah mempercayai klaim sensasional tanpa penjelasan ilmiah yang jelas. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto