RadarJombang.id – Dunia One Piece kembali bergetar lewat rilis spoiler chapter 1173. Arc Elbaph melaju kencang menuju fase perang terbuka saat konflik tidak lagi tersembunyi di balik intrik.
Setiap pergerakan karakter kini menentukan arah sejarah dunia.
Tanah para raksasa berubah menjadi medan pertaruhan generasi.
Elbaph tidak sekadar panggung pertempuran, melainkan simbol kehormatan, budaya, serta warisan yang selama ini dijunjung tinggi para pejuang raksasa.
Ketika kehendak itu diinjak, perlawanan menjadi keniscayaan.
Efek Domi Reverse menciptakan kekacauan masif.
Raksasa-raksasa kehilangan kendali, berubah menjadi senjata hidup yang mengancam kawan dan lawan sekaligus.
Situasi ini memaksa para petarung mengambil langkah ekstrem tanpa ruang ragu.
Sorotan besar tertuju pada Roronoa Zoro. Sosok ini tidak lagi sekadar tangan kanan Luffy, melainkan representasi generasi baru yang berani berdiri di hadapan legenda Elbaph.
Aksi Zoro mengguncang tatanan kekuatan yang selama ini dianggap absolut.
Di sisi lain, misteri lama mulai tersibak. Gunko bukan sekadar antagonis biasa.
Identitas aslinya membuka bab kelam penuh darah, pengkhianatan, dan trauma masa lalu yang berhubungan langsung dengan tokoh penting dunia One Piece.
Bayang-bayang Imu semakin terasa kuat. Pengaruhnya merusak kehendak individu dan mengubah konflik menjadi permainan kekuasaan tingkat tertinggi.
Bahkan karakter kuat pun goyah saat kekuatan ini mencengkeram.
Chapter 1173 menjadi penegasan tema besar arc Elbaph.
Generasi para pejuang tidak hanya lahir, tetapi siap mengguncang dunia. Warisan lama diuji, masa depan dipertaruhkan, dan perang besar semakin dekat.
Spoiler Singkat One Piece Chapter 1173:
- Zoro melompat ke atas kepala para raksasa dan menebas semua raksasa yang terpengaruh Domi Reverse dalam satu rangkaian serangan cepat
- Dorry dan Brogy berhadapan langsung dengan Zoro, namun serangan mereka justru saling menghantam satu sama lain, membuat semua pihak terkejut
- Brook mengungkap identitas asli Gunko dan memanggilnya Putri Shuri atau Sherry, seorang bangsawan dengan ciri rambut biru dan mata dua warna
- Brook menyebut Gunko sebagai Putri Pembunuh Ayah, mengungkap masa lalu kelam terkait sosok dermawan yang posisinya setara Shanks bagi Luffy
- Gunko sempat goyah saat ingatannya terguncang, Brook hampir mendekatinya sebelum pengaruh Imu kembali mengambil alih kendali
- Gunko sadar sesaat dan justru berteriak menyuruh Brook melarikan diri sebelum ia kembali menyerang
- Gerd dan Goldberg bersiap melancarkan serangan kombinasi ke Mother MMA, dua jenderal utama di medan perang
- Road menghentikan mereka dan memilih ikut bertarung, membentuk serangan tiga jenderal
- Ketiganya melancarkan teknik “Raungan Bangsa Pejuang” yang menyerupai Hakoku Sovereignty milik Dorry dan Brogy
- Mother MMA terjatuh ke arah Sommers, Sommers menyerang balik agar tidak tertimpa
- Serangan tersebut justru membuat Mother MMA jatuh ke kapal transport sandera anak-anak dan menghancurkannya
- Sommers terkejut dan meluapkan amarah dengan satu kalimat penutup penuh emosi
- Chapter berakhir tanpa jeda libur pekan depan
(riz)
Editor : Anggi Fridianto