RadarJombang.id - Elbaph resmi memilih jalan konfrontasi. One Piece Chapter 1172 menghadirkan momen penentuan ketika bangsa raksasa bersatu setelah Jarul membuka tabir tragedi kematian Raja Harald dan mengarahkan kemarahan kolektif ke Pemerintah Dunia.
Situasi Elbaph berada di titik paling genting sepanjang sejarahnya. Kekacauan meluas akibat efek Domi Reversi, penculikan anak-anak, serta kebakaran sekolah dan perpustakaan.
Di tengah tekanan itu, para raksasa menghadapi pilihan ekstrem: menerima dominasi kekuatan luar atau mempertahankan harga diri hingga titik darah terakhir.
Sorotan utama chapter ini terletak pada pidato Jarul yang menggema ke seluruh penjuru Elbaph.
Melalui Den Den Mushi, ia menegaskan Loki tidak bersalah dan mengungkap peran kekuatan gelap yang berusaha menaklukkan Elbaph 14 tahun silam.
Pernyataan tersebut langsung menghapus stigma lama dan menyatukan para raksasa dalam satu barisan.
Ancaman nyata muncul bersamaan dengan pidato tersebut. Imu yang merasuki Gunko, bersama dua Ksatria Dewa lain, tampak menyimak dengan sikap tenang dan penuh keyakinan.
Namun kali ini, Elbaph tidak menunjukkan ketakutan seperti masa lalu.
Chapter 1172 menegaskan Elbaph bukan lagi negeri yang bersedia berkompromi.
Kesediaan Jarul mengorbankan budaya dan sejarah demi menyelamatkan anak-anak menandai pergeseran besar: perang ini bukan sekadar konflik kekuatan, melainkan pertarungan kehendak dan martabat sebuah bangsa.
Ketegangan memuncak di Desa Barat. Saat pasukan raksasa Domi Reversi bergerak mendekat dan Jarul berdiri di garis depan, satu kalimat singkat dari Zoro menjadi sinyal awal pertempuran besar yang segera pecah.
Full Spoilers One Piece Chapter 1172:
- Chapter ini terdiri dari 17 halaman.
- Judul Chapter 1172: “Elbaph yang Kukagumi.”
- Cover request: “Angsa-angsa memakai dan menggunakan produk makeup milik Bon Clay.”
- Chapter dimulai dengan kelompok Hajrudin yang berada di dalam elevator.
Saat mereka naik, Gaban memberi penjelasan lengkap tentang situasi, para musuh, serta kekuatan mereka.
Ketika tiba di “Sun World”, mereka menemukan Kashii dalam keadaan terluka.
- Kashii menjelaskan kekacauan yang sedang terjadi. Akhirnya Topi Jerami dan New Giant Warrior Pirates memutuskan untuk berpencar:
- Zoro dan Hajrudin pergi membantu Jarul.
- Sanji pergi menyelamatkan Nami dan Robin serta memadamkan kebakaran di sekolah dan perpustakaan.
Kashii:
“Aku mohon… cepatlah!! Tuan Jarul dalam bahaya!!”
- Lalu ditampilkan halaman ganda berupa peta “Branch Route 8” yang menunjukkan posisi dan aktivitas semua pihak.
Di dekat “Owl Library” terlihat Nami, Chopper, Robin, dan Jinbe masih terikat panah-panah milik Gunko.
Robin: “Perpustakaannya terbakar…”
Nami: “Mereka menculik anak-anak!! Seseorang lepaskan panah-panah ini!!”
Jinbe: “Chopper belum kembali… dan Brook juga pergi setelah sepertinya memikirkan sesuatu…”
Usopp: “Tuan Dorry!! Tuan Brogy!! Sial!! Aku tidak mau melihat mereka berdua seperti itu!!”
- Para Giant Warrior Pirates yang terkena efek Domi Reversi bergerak ke Desa Barat untuk membunuh Jarul.
Ripley, Oimo, dan para raksasa lain pergi menyelamatkan anak-anak. Anak-anak hampir mencapai pelabuhan.
- Di Desa Barat, para raksasa meminta Jarul melarikan diri, namun ia menolak karena ingin berbicara ke seluruh Elbaph.
- Ia memakai Den Den Mushi untuk menyampaikan pidatonya.
- Jarul mengungkap kebenaran tragedi Harald dan menegaskan Loki tidak bersalah.
- Ia juga menceritakan kehadiran “iblis” yang mencoba menaklukkan Elbaph 14 tahun lalu.
- Dalam halaman ganda, Imu/Gunko yang mengendalikan raksasa Domi Reversi, Killingham yang mengendalikan MMA, serta Sommers tampak santai menyimak pidato tersebut.
Jarul:
“Namun… hari ini para iblis itu kembali!! Aku curiga mereka membutuhkan kekuatan besar sekali lagi…
Tiga iblis muncul di sini untuk mencoba menaklukkan negeri ini!!”
Sommers:
“Ahh, misi ini akan selesai dengan sendirinya bahkan jika aku tidur sebentar.”
Jarul:
“Dengarkan aku, para iblis!! Demi nyawa anak-anak, kami rela mengorbankan budaya dan sejarah kami!!
Jika tujuan kalian mematahkan kehendak kami, maka itu langkah paling kejam!!
Jangan harap kami tunduk seperti Harald!!
Memerintah kami? Menjadikan kami budak?
Kami membiarkan kalian bicara terlalu lama, dan itu membuat kalian lupa diri!!”
Imu/Gunko: “…”
Usopp:
“Benar sekali!! Katakan pada mereka, Jarul!!
Elbaph yang kukagumi tidak akan dijatuhkan siapa pun!!”
Jarul:
“Maafkan aku, anak-anak… tolong tutup telinga kalian…!!
Jika ramalan ‘Harley’ menjadi nyata, dunia akan terpecah suatu hari nanti…!!
Elbaph menetapkan Pemerintah Dunia sebagai musuh kami!!!”
- Di halaman ganda penutup, Jarul menuntaskan pidatonya saat para raksasa bersiap berperang.
- Usopp terlihat sangat bersemangat, sementara Nami marah karena masih terikat.
Jarul:
“Kami tidak akan berlutut di bawah tirani kalian!!
Apakah aku benar, wahai para pejuang terhormat Elbaph!!”
Para Raksasa:
“Benar sekali!!! Tuan Jarul~~~~!!!”
Usopp:
“Oooh, Elbaph kesayanganku akhirnya kembali~~~~!!!”
Nami:
“Iya, iya!! Tapi bagaimana kalau kita cari cara melepaskan diri dari panah-panah ini dulu?!”
Jarul:
“Mari kita lindungi kedamaian yang diimpikan Harald!!!”
Para Raksasa:
“Wooooaaaahhh~~~~!!!”
- Dorry, Brogy, serta raksasa Domi Reversi tiba di Desa Barat. Jarul dan para raksasa bersiap menghadapi mereka.
- Zoro, Hajrudin, dan Stansen berdiri tepat di belakang pasukan Domi Reversi.
Hajrudin:
“Kita sudah melihat mereka!! Jangan sampai terjebak di tengah-tengah!!”
Zoro:
“Aku punya sebuah rencana.”
Chapter berakhir, minggu depan tidak libur.
(riz)
Editor : Anggi Fridianto