RadarJombang.id – One Piece Chapter 1168 menghadirkan salah satu babak paling kelam dalam sejarah Elbaph.
Bab ini memusatkan cerita pada runtuhnya keluarga Harald, kematian Ida, dan terkuaknya masa lalu yang melibatkan Shanks sebelum dirinya naik sebagai calon Ksatria Tuhan.
Melalui alur maju-mundur, Oda memaparkan bagaimana Elbaph perlahan terseret ke dalam skema besar Pemerintah Dunia.
Pengantar chapter dibuka dengan narator yang menyoroti meningkatnya citra para raksasa di dunia berkat diplomasi Harald dan kerja sama antarnegeri.
Namun ketenangan itu berbanding terbalik dengan situasi Elbaph sendiri, karena Loki sedang ditahan setelah menghancurkan Desa Brewers pada chapter sebelumnya.
Saat Harald pulang dari misi, fokus cerita langsung mengarah ke Ida yang tengah kritis dan menjadi pusat tragedi utama episode ini.
Momen emosional terjadi ketika Harald merawat Ida di barnya. Percakapan hangat mereka menggambarkan optimisme tentang masa depan Elbaph yang akan segera terhubung dengan dunia luar.
Namun tepat setelah menggenggam tangan Harald, Ida meregang nyawa. Kejadian itu dibalut simbol visual kuat—salju turun sangat lebat di Elbaph pada hari Ida meninggal.
Sementara Harald dan Hajrudin menangis di samping ranjangnya, Loki hanya bisa duduk diam di dalam penjara.
Selanjutnya, plot bergerak 14 tahun ke masa lalu, mengungkap fakta besar tentang Shanks.
Diceritakan bahwa Shanks semestinya dipromosikan menjadi Ksatria Tuhan, tetapi ia menghilang tepat sebelum penobatannya.
Kekosongan itu membuat Harald naik ke posisi tersebut dan mendapat akses hingga ke ruangan Takhta Kosong.
Di sana ia melihat sesuatu yang mengguncang dunia One Piece: seseorang duduk di takhta yang sepantasnya “tidak boleh diduduki”—Imu.
Dialog Harald dan Imu menunjukkan awal dari kutukan yang mengikat nasib Elbaph. Melalui Perjanjian Kedalaman, Harald dipaksa menerima peningkatan kekuatan sekaligus hilangnya kehendak bebas.
Ia lalu diperintahkan membangun simbol Abyss di Elbaph dan mengubah kerajaan itu menjadi negara militer raksasa.
Perlawanan justru sia-sia; tubuhnya bergerak sendiri mengikuti perintah Imu, sehingga ia memaksa rakyat mengikat dirinya ke sebuah pilar demi mencegah kehancuran lebih lanjut.
Chapter ditutup dengan narator yang menyatakan bahwa peristiwa di kastel pada hari itu akan berubah menjadi tragedi besar yang menewaskan Raja Harald—sang raja bijaksana yang paling dicintai Elbaph.
Ending ini menjadi jembatan menuju alur utama dan menjadi salah satu cliffhanger paling dramatis dalam flashback raksasa.
Full Spoilers One Piece Chapter 1168:
- Chapter pendek dengan 15 halaman,
- Judul Chapter 1168: “Salju Elbaph”.
- Permintaan pembaca di cover: “Domba-domba kecil membuatkan sarung tangan untuk Hachi”.
- Chapter dimulai dengan narator yang menjelaskan bahwa citra para raksasa meningkat di seluruh dunia berkat perdagangan dengan negara lain, aksi heroik Marinir Raksasa, dan diplomasi Harald.
- Di Elbaph, Loki dikirim ke “Pusat Penahanan” di dunia bawah setelah menghancurkan Desa Brewers.
- Harald kembali ke Elbaph dari misi terakhirnya dan sedang merawat Ida di barnya.
- Ida mengatakan pada Harald bahwa kata-katanya membuatnya merasa lebih baik, lalu ia bertanya apakah Elbaph akan segera menjadi satu dengan dunia.
Harald: “Benar sekali, Ida!! Sebentar lagi, kita akan terhubung dengan dunia!! Lalu semuanya akan seperti masa lalu!! Kita bisa berpetualang bersama lagi!!”
Ida: “LUAR BIASA AKU NGGAK SABAR!!”
Harald: “AKU JUGA!!”
- Ida mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Harald, tetapi begitu tangan mereka bersentuhan, lengan Ida kehilangan kekuatan dan ia meninggal.
- Saat itu salju turun sangat lebat di Elbaph pada hari Ida meninggal.
- Harald dan Hajrudin menangis di sisi ranjang Ida, sementara Loki duduk diam di penjara.
- 14 tahun yang lalu, Shanks menghilang tepat sebelum ia akan dipromosikan menjadi “Ksatria Tuhan”.
- Harald, yang berada di posisi berikutnya, mendapatkan kesempatan itu. Harald menemani Gorosei menuju ruangan “Takhta Kosong”.
Harald: “Setelah Elbaph menjadi bagian dari Pemerintah Dunia... Aku berencana melepaskan mahkotaku dan memberikannya kepada seseorang yang muda dan murni…”
Imu: “Itu… adalah sesuatu yang akan diputuskan oleh Mu.”
- Harald terkejut melihat ada seseorang yang duduk di atas “Takhta Kosong”.
Harald: “Kenapa… ada seseorang di Takhta Kosong…?”
Imu: “Mendekatlah. Aku telah memperhatikanmu, Harald.”
Sebuah jeritan besar menggema di seluruh Kastel Pangea.
- Imu mengubah tanda Harald menjadi tanda “Perjanjian Kedalaman (Depths Covenant)” (tanda yang sama dengan milik Killingham pada masa sekarang).
Harald: “AAARGH!!! Aku bisa merasakannya!!! Kekuatan-ku meningkat ke tingkat yang mengerikan!!”
Imu: “Mulai saat ini, engkau adalah Ksatria Keabadian, seorang pelayan Mu”
Harald: “Keabadian, masih terdengar seperti mimpi bagiku”
Imu: “Buatlah sebuah ‘Abyss’ (pentagram) di Elbaph untukku, sebagai penanda ikatan di antara kita!! Dan nanti, setelah perintah terakhir Mu diselesaikan... buah dari kerja kerasmu akan terwujud!! Elbaph akan diizinkan untuk bergabung dengan Pemerintah Dunia!!”
- Saat Imu mengucapkan kata-kata itu, kita melihat Harald kembali ke Elbaph dengan kapalnya.
- Kemudian Harald membuat “Abyss” di ruang takhta Kastel Aurust.
- Namun, perintah Imu berikutnya untuk Harald adalah mengubah Elbaph menjadi negara militer dengan armada sebesar Marinir.
- Harald mencoba melawan, tetapi tubuhnya bergerak sendiri. Kondisi dari “Perjanjian Kedalaman” membuatnya tidak bisa pernah menolak perintah Imu.
- Harald memerintahkan para prajurit untuk mengikatnya ke sebuah pilar dan memanggil Jarul serta putra-putranya sekaligus.
Hajrudin sedang berada di laut jadi hanya Loki dan Jarul yang dipanggil ke Kastel Aurust.
- Scene beralih ke Pusat Penahanan di Dunia Bawah
Penjaga raksasa: “Loki, keluar!! Kau bebas!!”
Loki: “Hmm?”
Penjaga raksasa: “Pergilah ke Kastel Aurust sekarang juga!! Raja memanggil mu!!”
Scene beralih ke Rumah Jarul
Jarul: “Darurat katamu!? Tunggu, sebenarnya apa yang terjadi!?”
- Chapter berakhir dengan panel potret terkenal Raja Harald (yang memegang pedang), sementara narator berbicara...
- NARATOR: “Sekarang, kembali ke cerita utama. Pada hari itu, terjadi pembantaian besar di kastel... yang membuat raja paling dicintai Elbaph, penguasa bijaksana Harald, kehilangan nyawanya...!!!”
- Chapter berakhir, minggu depan libur.
(riz)
Editor : Anggi Fridianto