Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Lewat Film Cocote Tonggo, Bayu Skak Buktikan Komedi Kampung Bisa Naik Kelas ke Layar Lebar

Anggi Fridianto • Selasa, 20 Mei 2025 | 17:30 WIB
Poster film cocote tonggo
Poster film cocote tonggo

Radarjombang.id - Bayu Skak kembali hadir dengan karya terbaru yang bikin perut ngilu karena ketawa, sekaligus hati hangat karena nostalgia.

Lewat film berjudul "Cocote Tonggo", komika asal Malang ini berhasil mengangkat kehidupan kampung yang begitu akrab namun sering terlupakan, ke dalam sajian layar lebar yang segar dan sarat makna.

Film ini merupakan kolaborasi antara Bayu Skak dan rumah produksi Visinema, yang selama ini dikenal dengan film-film berkualitas tinggi.

Dengan latar kampung Jawa Timur yang otentik, "Cocote Tonggo" menyuguhkan cerita sederhana: tentang warga, tetangga, dan segala drama kecil yang terjadi di antara mereka dari yang receh sampai yang bikin mikir.

Judulnya saja sudah unik. "Cocote Tonggo", jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, kira-kira berarti omongan tetangga.

Tapi jangan salah sangka, ini bukan drama sinetron penuh intrik.

Justru sebaliknya, film ini hadir dengan bumbu komedi khas Bayu Skak, yang lekat dengan keseharian dan menggunakan bahasa Jawa Timuran yang kental.

Bayu tak hanya menyutradarai, tapi juga menulis naskah dan tampil sebagai salah satu karakter.

Ia didampingi deretan pemain yang tak kalah mencuri perhatian, seperti Cak Percil, Uus, Aldi Taher, Joshua Suherman, Tretan Muslim, hingga komika Oki Rengga.

Kombinasi pemain lama dan baru ini menghasilkan chemistry yang segar, sekaligus memperkuat nuansa komedi khas rakyat jelata.

Sejak resmi tayang di bioskop mulai tanggal 15 Mei 2025, "Cocote Tonggo" langsung menyita perhatian penonton, terutama dari Jawa Timur dan sekitarnya.

Banyak yang merasa film ini seperti cermin kehidupan sehari-hari dari ibu-ibu rumpi di teras, bapak-bapak main catur di pos ronda, sampai remaja yang galau karena cinta tetangga sebelah.

Namun lebih dari sekadar mengundang tawa, film ini juga menyisipkan pesan soal pentingnya rukun antar tetangga, saling bantu, dan menjaga keharmonisan lingkungan.

Cocote tonggo, kalau disikapi dengan dewasa, bisa jadi pemicu solidaritas. Tapi kalau disalahartikan, justru bisa memecah suasana.

Dengan gaya bercerita yang ringan tapi berbobot, visual yang sederhana namun memikat, serta akting yang natural, "Cocote Tonggo" pantas jadi bukti bahwa komedi lokal tak kalah menarik dibanding film-film arus utama lainnya.

Bagi yang rindu suasana kampung atau ingin sekadar melepas penat dengan tawa, film ini layak masuk daftar tontonan.

(Luthviatul Ilmi N.A)

Editor : Anggi Fridianto
#hiburan #film #bayu skak #Cocote Tonggo #sinopsis