Radarjombang.id - Sutradara Joko Anwar kembali mencuri perhatian publik setelah potongan wawancaranya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, ia membagikan fakta menarik dari proses syuting film terbarunya, Pengepungan di Bukit Duri, yang resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Rabu (16/4/2025).
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah metode penyutradaraan yang tak biasa.
Joko Anwar mengungkapkan selama proses syuting, ia sama sekali tidak pernah mengucapkan kata “Action!” komando yang lazim digunakan untuk memulai adegan.
“Kalau dibilang action, pemain biasanya langsung berubah ekspresi, jadi kayak on-off.
Padahal saya maunya mereka bener-bener masuk ke peran dari awal sampai akhir adegan,” ujarnya dalam potongan wawancara yang diunggah akun TikTok @localfestid.
Sebagai gantinya, ia menggunakan kode rahasia yang hanya diketahui oleh kru dan para pemeran.
Pendekatan ini bertujuan agar setiap adegan terasa lebih natural dan emosional, tanpa tekanan dari instruksi yang terlalu formal.
Film Pengepungan di Bukit Duri merupakan drama-thriller yang berlatar tahun 2027, ketika kondisi sosial di Indonesia digambarkan dalam situasi genting.
Cerita berpusat pada sosok Edwin, seorang guru pengganti yang terjebak dalam situasi mencekam saat sekolah tempatnya mengajar tiba-tiba dikepung oleh kelompok bersenjata.
Sejak trailer dan potongan behind the scene dirilis, film ini sudah menarik perhatian publik.
Gaya penyutradaraan Joko Anwar yang khas serta penggarapan visual yang intens menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat film lokal.
Warganet ramai memberikan pujian atas pendekatan unik tersebut.
Banyak yang menilai metode ini menunjukkan dedikasi tinggi terhadap seni peran dan penyutradaraan.
Pengepungan di Bukit Duri kini resmi tayang serentak di seluruh jaringan bioskop di Indonesia.
(Luthviatul Ilmi N.A/ang)
Editor : Anggi Fridianto