Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Parah! Demi Follower, Tiktoker Malaysia Bikin Berita Hoaks Hilang di Hutan Bandung

Achmad RW • Sabtu, 8 Februari 2025 | 20:02 WIB
Video viral konten tiktoker Malaysia yang mengaku hilang di Bandung dan ternyata Hoax
Video viral konten tiktoker Malaysia yang mengaku hilang di Bandung dan ternyata Hoax

RadarJombang.id - Kabar hilangnya seorang influencer sekaligus tiktoker asal Malaysia di sebuah hutan yang terletak di Kota Bandung menghebohkan media sosial.

Namun, belakangan diketahui hal itu adalah akal-akalan alias hoaks yang sengaja dibuat sang konten kreator asal negeri jiran tersebut demi menambah followernya.

Dikutip dari berbagai sumber, Kabar hilangnya influencer itu ramai setelah pemilik akun TikTok @amnazhan.

Dalam unggahannya itu, ia menampilkan tayangan berjudul Pemengaruh Malaysia Hilang di Hutan Bandung Selepas Buat Content Paranormal.

 

Kepolisian pun mengonfirmasi jika konten tersebut dibuat oleh dua warga negara Malaysia, Ammar Mohd Nazhan dan Aras yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengikut dan engagement sosial media mereka.

"Maksud tujuan pembuatan konten tersebut dalam rangka menaikan rating dan followers akun TikTok dan YouTube miliknya, dengan skenario seolah-olah WNA Malaysia Tiktoker bernama Eykaa hilang di hutan Bandung," kata Kapolsek Panyileukan Kompol Kurnia, Kamis (6/2/2025).

Ia menerangkan, peristiwa ini berawal pada Minggu (2/2) pukul 19.00 WIB, ketika Ammar dan Aras melakukan siaran langsung di kawasan Embah Garut, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Dalam live tersebut, mereka membuat skenario seolah-olah seorang TikToker bernama Eykaa menghilang setelah melakukan aktivitas paranormal di hutan.

Kurnia bilang, kegiatan ini mendapat izin dari Ketua RT, RW, dan Sekretaris Kelurahan Cisurupan Ariv Riva Arviana.

Namun, tak satu pun pihak kepolisian dilibatkan dalam pengawasan acara tersebut.

"Kegiatan tersebut tidak dilaporkan ke pihak Kepolisian Polsek Panyileukan dan kegiatan tersebut tanpa rekomendasi dari Polsek Panyileukan dan Polrestabes Bandung," ujarnya.

Live streaming ini merupakan bagian dari produksi konten yang dibuat oleh akun @BernamaTV dan @LobakMerahmy, dengan total sembilan episode.

Para kreator mengaku tidak menyangka skenario mereka akan menjadi perbincangan luas, bahkan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Setelah polisi turun tangan, Ammar dan Aras akhirnya mengakui bahwa konten tersebut hanya rekayasa demi popularitas.

Mereka menandatangani surat pernyataan di atas materai yang menyatakan tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

"Sekitar pukul 23.30 WIB, telah dibuat surat pernyataan diatas materai tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dan dibuatkan video klarifikasi," pungkasnya. (riz)

Editor : Achmad RW
#di hutan #malaysia #tiktoker #hilang #hoax #Bandung