Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Belajar dari Marshanda, Kebiasaannya di Usia Remaja Ternyata Jadi Pemicu Gangguan Bipolar

Magang • Rabu, 27 November 2024 | 02:01 WIB
artis Marshanda yang hingga kini masih berjuang melawan gangguan Bipolar yang dialaminya
artis Marshanda yang hingga kini masih berjuang melawan gangguan Bipolar yang dialaminya

RadarJombang.id - Marshanda, selebriti yang terkenal di Indonesia, mencuri perhatian karena transformasi penampilannya yang semakin langsing.

Marshanda baru-baru ini berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya di podcast-podcast yang ia datangi, terutama mengenai gangguan bipolar yang ia derita.

Dalam ceritanya, ia mengungkapkan bahwa kebiasaan-kebiasaan yang ia jalani sejak usia 15 tahun diduga menjadi pemicu awal dari gangguan mental yang ia alami.

Pada usia tersebut, karier Marshanda tengah bersinar, dan ia harus membagi waktunya antara syuting dua sinetron dan sekolah.

Tuntutan pekerjaan yang berat membuatnya kekurangan tidur. “Saya sering tidak tidur sampai jam 3 atau 4 pagi karena harus syuting dan belajar,” kata Marshanda.

Untuk mengatasi rasa lelah dan tetap bisa fokus, Marshanda mengandalkan kopi. Ia bisa mengonsumsi hingga lima gelas kopi hitam sehari untuk menjaga energi.

Kebiasaan mengonsumsi kopi yang tinggi kafein ternyata mempengaruhi kualitas tidurnya.

Marshanda mengaku tidak menyadari bahwa kopi bisa membuatnya semakin sulit tidur.

Selain itu, kebiasaan Marshanda yang terus terjaga hingga larut malam membuat orang-orang terdekatnya khawatir.

Salah satu temannya kemudian menyarankan untuk mengonsumsi obat penenang, seperti Xanax, agar ia bisa tidur lebih nyenyak.

Awalnya, obat itu membantu Marshanda untuk tidur, tetapi seiring waktu, dosis yang dibutuhkan semakin meningkat.

Baca Juga: Waspada Hoarding Disorder, Penyakit yang Mengancam Kesehatan Mental, Ini Penyebab, Gejala dan Cara Penyembuhannya

Setelah setahun mengonsumsi obat, Marshanda mulai merasa ada yang tidak beres.

Ia merasa cemas dan aneh, akhirnya memutuskan untuk berhenti mengonsumsi pil tersebut, dari dua pil sehari menjadi nol.

Namun, ia menghentikan obat secara mendadak tanpa pengawasan medis, yang menyebabkan gejala penarikan yang cukup berat.

Marshanda merasa marah, oversensitif, dan tidak bisa tidur. Rasanya seperti kecanduan yang harus dihentikan secara mendadak.

Pada akhirnya, setelah berkonsultasi dengan psikiater, Marshanda didiagnosis menderita gangguan bipolar dan depresi mayor.

Meskipun ia tidak sepenuhnya yakin apakah diagnosis tersebut benar atau tidak, gejala-gejala yang ia alami sangat nyata.

Kini, di usia 35 tahun, Marshanda menyadari bahwa kebiasaan-kebiasaan masa mudanya, seperti kurang tidur, mengonsumsi kopi berlebihan, dan penggunaan obat penenang tanpa pengawasan medis, berperan besar dalam perkembangan gangguan bipolar yang ia alami.

Meskipun telah melalui banyak tantangan, ia merasa lebih bijaksana dan berkomitmen untuk membagikan kisah hidupnya kepada publik.

Marshanda ingin mengedukasi orang-orang tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, terutama dalam mengenali gejala bipolar.

Menurutnya, menerima keadaan tersebut jauh lebih baik daripada menolaknya.

Marshanda berharap bisa menginspirasi banyak orang yang sedang berjuang dengan masalah kesehatan mental, dan mengingatkan pentingnya perawatan yang tepat serta dukungan medis.

(Fitri Adelia Pratiwi)

Editor : Achmad RW
#marshanda #pemicu #bipolar #gangguan