RadarJombang.id - Kabar meninggalnya Marissa Haque sebagai salah satu artis senior sekaligus politisi secara mendadak pada tanggal 2 Oktober 2024, kemarin mengejutkan publik.
Keluarga besar Marissa yakni Syahnaz Haque bahkan sempat tidak mengira dengan kabar kepergian sang kakak.
Kabar meninggalnya Marissa Haque diketahui dari unggahan story instagram putrinya yakni Isabella Fawzi dan Chikita Fawzi.
Istri dari Ikang Fawzi ini sempat tidak sadarkan diri di rumahnya sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit RS Premier Bintaro, Jakarta Selatan.
Isabella Fawzi mengatakan proses meninggalnya sang ibu berlangsung sangat cepat. Ikang Fawzi mendapati istrinya tidak bergerak tetapi lebih pada posisi tidur.
Waktu tengah malam tidak memungkinkan untuk memanggil pihak rumah sakit sehingga keluarga memutuskan untuk membawa Marissa.
Pihak rumah sakit menyatakan waktu meninggalnya Marissa pada 00.43 WIB di usia 61 tahun.
Soraya Haque, adik pertama Marissa, mengatakan bahwa pihak keluarga tidak mendapatkan firasat, Marissa Haque juga sedang tidak mengidap penyakit apapun.
Keluarga lebih melihat meninggalnya Marissa memang merupakan kehendak Yang Mahakuasa.
Tetapi berbeda dengan pihak keluarga, Marissa Haque sendiri seolah-olah telah menerima tanda bahkan selang dua pekan sebelum sepeninggalnya.
Seperti yang dituliskannya dalam postingan instagram tanggal 19 September lalu.
“Tak terasa bulan depan 62 tahun, masih berapa waktuku lagi yang tersisa?” tulisnya.
Tidak jauh berbeda dengan postingan Marissa pada tanggal 22 September yang tertulis
“Malam hening. Tetap berjuang dalam tenang. Sampai Allah SWT memanggil kita pulang.”
Publik ramai menghubungkan “malam hening” yang selaras dengan waktu meninggal 00.43 WIB dini hari.
Selain itu ketika menjalani profesinya sebagai dosen di IBS Kemang, Jakarta Selatan, Marissa seolah menyampaikan isyarat kepada mahasiswinya.
Salah satu mahasiswi bernama Risya menceritakan Marissa Haque pernah menyampaikan harapan ingin meninggal dengan baik tanpa mempersulit keluarga.
"Padahal kemarin di kampus, ibu bilang, 'Doain ibu ya kalau nanti meninggal dilancarkan semua, biar nggak ngeberatin keluarga karena biaya rumah sakit sekarang mahal'," tutur Risya saat mengunjungi rumah duka di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
Melalui akun instagram pribadi, Chiki Fawzi juga menyampaikan wasiat sang ibu yang ingin dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Adanya wasiat ini semakin meruncingkan keyakinan bahwa Marissa memang mendapat tanda kuat sebelum meninggal.
"Ibuku cuma mau dimakamin di Tanah Kusir. Caranya gimana? Instagram do your magic. Mau memberi yang terbaik buat ibu. Aku harus apa dan harus hubungi siapa?" Tulis Chiki dalam Instagram story (2/10/2024).
Area pemakaman di TPU Tanah Kusir diketahui sulit dicari sebab berada dalam kondisi penuh.
Keluarga Marissa sempat khawatir wasiat bisa dilakukan tetapi dengan sistem bertumpuk. Pilihan terakhir Marissa akan dimakamkan di TPU lain menjadi satu dengan orang tuanya.
“Hari ini dapat makamnya gampang. Teman-teman mesti tahu Tanah Kusir itu kaveling kosong susah banget, kalau ditumpuk mungkin. Kalau di sini ayahnya Ikang yang ada tapi sudah tumpuk tiga,” tutur Syahnaz Haque saat diwawancarai di TPU (20/10/2024).
Baca Juga: Diduga Serangan Jantung, Teknisi Asal Kediri Meninggal Dunia Saat Perbaiki Mesin Cuci di Jombang
Tetapi ternyata keluarga bisa mendapatkan tanah kosong untuk pemakaman tunggal sesuai keinginan Marissa Haque.
Syahnaz merasa sangat bersyukur bisa memenuhi keinginan sang kakak.
Tugas mencari makam diserahkan kepada Gilang suami Syahnaz dan Gilang sendiri awalnya merasa kesusahan mencari kaveling kosong di TPU Tanah Kusir.
Marissa Haque dikebumikan sekitar pukul 15.00 WIB selepas Ashar.
Soraya Haque mengatakan kemudahan ini sebagai salah satu rezeki kakaknya.
“Awalnya saya merasa kesusahan mencari tempat kosong. Kita bisa berdoa saja, tidak ada pilihan lain.” tutur Gilang.
Untuk sang adik terkecil, Syahnaz, Marissa Haque juga sempat meminta supaya ia meneruskan kembali pendidikan. Marissa ingin sang adik memiliki gelar setara dengan kakaknya.
Tetapi dalam wawancaranya, Syahnaz tidak bisa janji akan memenuhi permintaan tersebut sebab ia tidak segiat kakaknya dalam belajar. (Rediva Novalisty)
Editor : Achmad RW