JOMBANG – Peserta yang ingin mengikuti Lomba Bertutur yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jombang bersama Jawa Pos Radar Jombang harus membawakan cerita rakyat Jawa Timur.
Sesuai ketentuan yang telah disampaikan, jika terlanjur membawakan cerita rakyat dari luar Jawa Timur, maka harus diganti.
’’Ada peserta yang sudah mendaftar dan mengirimkan video. Ternyata yang dibawakan bukan cerita rakyat Jawa Timur. Akhirnya, panitia memberikan kesempatan untuk mengganti dengan materi baru yang sesuai,’’ kata Sulton Arif, general manager Jawa Pos Radar Jombang.
Cerita rakyat Jawa Timur yang bisa dibawakan ada di dalam buku Ensiklopedia Dongeng dan Cerita Nusantara, Cerita-Cerita Rakyat Nusantara I, Cerita-cerita Rakyat Nusantara II, Antologi Legenda Jombang #sisikmelik01, Antologi Legenda Jombang #sisikmelik02, dan Cerita Rakyat Pilihan 34 Provinsi di Nusantara.
’’Kami minta seluruh calon peserta, baik itu pesertanya sendiri, atau orang tua, juga guru pembimbingnya agar membaca ketentuan secara lengkap,’’ jelasnya.
Jika peserta kesulitan untuk mencari referensi cerita, bisa menghubungi panitia atau datang langsung ke Perpustakaan Mastrip Jombang.
’’Di sana sudah disiapkan buku referensi cerita rakyat Jawa Timur,’’ katanya. Atau silakan menghubungi via WA ke: 0852-2418-9709 (Atu Khumaeroh) dan 0822-4409-9176 (Faisol).
Peserta bisa mengirimkan video untuk mengikuti seleksi tahap awal. Formulir bisa di-download pada halaman iklan lomba bertutur yang tayang di koran Jawa Pos Radar Jombang. Pendaftaran akan ditutup pada 4 September pukul 12.00 wib.
’’Video peserta akan diunggah ke channel YouTube Radar Jombang TV. Saksikan penampilan peserta jangan lupa like, sampaikan komentar dukungan dan subscribe,’’ jelas Sulton.
Setelah semua video diunggah, akan dipilih 15 finalis. Bagi peserta yang lolos ke babak final akan dihubungi panitia. Finalis akan tampil langsung di Alun-alun Jombang pada 8 Oktober pukul 08.00 wib. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW