”Saya memang suka berpidato, dan sering ikut lomba, jadi kalau ada kesempatan saya pasti ikut,” katanya. Dalam persiapan audisi pelajar itu ia membuat teks pidatonya sendiri. Setelah itu ia memberikan kepada guru pembimbing. Setelah revisi selesai, ia baru menghafalkan teks yang telah ia buat.
Ia ditarget guru pembimbing harus hafal dalam waktu lima hari. Ia latihan setiap hari, mulai pukul 09.00 sampai 12.00. Sepulang sekolah, ia latihan sendiri di rumah. Setelah itu, malam harinya kembali latihan di rumah guru pembimbing. ”Belajar banyak hal dengan guru pembimbing, mulai dari intonasi, gerakan, mimik wajah, dan gesture,” jelasnya.
Siswa kelas 5 ini harus rela membagi jadwal dengan hobinya sepak bola. ”Ya saya suka sekali main bola, saya juga gabung di klub Kauman United,” jelas putra pasangan Ahmad Saekoni dengan Khusnul Khotimah ini.
Untuk memperdalam tausiyahnya, Labib juga mengikuti ekstrakurikuler pidato di madrasah. ”Karena saya suka pidato maka saya ikut ekstrakurikuler pidato, agar bisa ikut lomba-lomba yang lain lagi,” pungkas warga Dusun Sawen, Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang ini. (wen/bin/riz) Editor : Achmad RW