Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Grebeg Sewu Kolok Ketan, Tradisi Sedekah 1.000 Kolak Ketan yang Sarat Makna di Desa Pulolor Jombang

Dwi Aris Supriyanto • Kamis, 2 Juli 2026 | 06:17 WIB
URI-URI TRADISI: Kepala Desa Pulolor Suharto (empat dari kanan) bersama segenap panitia dan tamu undangan saat acara Grebeg Sewu Kolok Ketan di Dusun Pulo Pandean, Senin (29/6) malam.
URI-URI TRADISI: Kepala Desa Pulolor Suharto (empat dari kanan) bersama segenap panitia dan tamu undangan saat acara Grebeg Sewu Kolok Ketan di Dusun Pulo Pandean, Senin (29/6) malam.

 

JOMBANG – Masyarakat Dusun Pulo Pandean, Desa Pulolor, Kecamatan/Kabupaten Jombang menggelar tradisi tasyakuran Grebeg Sewu Kolo Ketan dalam menyambut Bulan Suro, Senin (29/6). Tradisi ini menjadi ikhtiar warga dalam memohon keselamatan dan perlindungan dari segala marabahaya. Hal tersebut diwujudkan melalui sedekah 1.000 porsi kolak ketan yang dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk berbagi keberkahan.

”Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Dusun Pulo Pandean dalam menyambut Bulan Suro, kami mengisinya dengan kirab salawat, doa bersama, dan sedekah seribu kolak ketan secara gratis kepada masyarakat luar dusun,” terang Kepala Desa Pulolor Suharto.

Selain sebagai ikhtiar spiritual, kegiatan ini juga menjadi wadah antarwarga dalam mempererat kebersamaan sekaligus menjaga tradisi lokal yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

”Kami juga ingin menunjukkan bahwa budaya bisa berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan, semoga Grebeg Sewu Kolok Ketan Pandean dapat terus dilestarikan, semakin dikenal masyarakat luas, dan membawa manfaat serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Pulolor,” tandasnya.

Baca Juga: Desa Cukir Jombang Punya 150 CCTV dan Mobil Patroli Linmas, Begini Ceritanya

Rangkaian acara diawali dengan prosesi kirab sembari melantunkan salawat dan doa sambil mengelilingi seluruh wilayah dusun.

Selama prosesi berlangsung, lampu-lampu dipadamkan dan perjalanan hanya diterangi cahaya obor.

Hal ini melambangkan bahwa dalam menghadapi berbagai kegelapan kehidupan, manusia memerlukan cahaya iman, doa, dan kebersamaan sebagai penuntun menuju keselamatan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan agar masyarakat setempat senantiasa diberikan keberkahan, kerukunan, serta perlindungan dari segala marabahaya.

”Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk terus menjaga nilai-nilai syukur, sedekah, persaudaraan, dan gotong-royong sebagai warisan luhur yang patut dilestarikan,” tandasnya.

Ketua Panitia Setiawan menambahkan kolak ketan yang dibagikan merupakan hasil swadaya warga.

”Setiap keluarga menyumbang minimal lima porsi kolak ketan, dan alhamdulillah sejak persiapan hingga tuntas, seluruh acara berjalan lancar berkat semangat gotong royong seluruh warga, semua elemen masyarakat ikut terlibat.

Inilah yang menjadi kekuatan utama kegiatan ini, yaitu guyub rukun dan kebersamaan warga,” tegasnya. (dwi/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Tradisi Jombang #Grebeg Sewu Kolo Ketan #Bulan Suro Jombang #Desa Pulolor #Wisata Budaya Jombang