Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Nguri-uri Tradisi Leluhur, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan Jombang Rutin Gelar Sedekah Desa

dwi aris s • Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:46 WIB
URI-URI TRADISI: Kepala Desa Sumbernongko Sumartono bersama jajaran Forkopimcam Ngusikan saat acara sedekah desa di pendopo Balai Desa Sumbernongko, Kamis (30/4).
URI-URI TRADISI: Kepala Desa Sumbernongko Sumartono bersama jajaran Forkopimcam Ngusikan saat acara sedekah desa di pendopo Balai Desa Sumbernongko, Kamis (30/4).

 

JOMBANG - Tradisi sedekah desa terus dijaga warga Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan.

Tradisi turun-temurun dari leluhur itu rutin digelar setiap memasuki bulan Selo dalam penanggalan Jawa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa keselamatan bagi desa.

Puncak acara sedekah desa tahun ini digelar di pendopo Balai Desa Sumbernongko, Kamis (30/4). Warga dari seluruh dusun kompak membawa tumpeng untuk didoakan bersama.

Kepala Desa Sumbernongko Sumartono mengatakan, tradisi sedekah desa sudah berlangsung sejak lama dan hingga kini tetap dipertahankan tanpa mengubah pakem pelaksanaannya.

 ”Dilaksanakannya setiap bulan Selo, tanggalnya kondisional tidak ditentukan secara pasti, patokan bulan Selo tersebut kerap dijadikan tetenger masyarakat sebagai hajatan besar setiap tahun,” terangnya.

Ia menjelaskan, sedekah desa dilaksanakan serentak di seluruh dusun. Mulai Dusun Cangak, Candi, Mernungkidul, Nongko hingga Dusun Sumbernongko.

Baca Juga: Selamat! TP-PKK Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben Jombang Sabet Juara 1 Lomba Cipta Menu

”Setiap warga dusun menyelenggarakan sedekah bumi serentak di hari yang sama sebagai wujud rasa syukur mereka, puncak acaranya tetap dipusatkan di balai desa,” katanya.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat membawa tumpeng dan berkumpul di balai desa untuk berdoa bersama. Warga berharap dijauhkan dari marabahaya sekaligus diberi keberkahan dan kemakmuran.

”Mereka memiliki keinginan yang sama yakni terhindar dari malapetaka, bencana dan jadi tolak balak, warga juga turut memanjatkan harapan untuk keselamatan, kesehatan, dan kemakmuran desa,” tandas Sumartono.

Setelah doa bersama selesai, tumpeng yang dibawa warga kemudian dimakan bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan kerukunan antarwarga. Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan panggung hiburan kesenian tradisional.

 Tahun ini, Pemdes Sumbernongko menghadirkan pertunjukan ludruk dari kelompok seni Karya Budaya.

 ”Tahun ini, pemdes memilih pagelaran tradisional pertunjukan ludruk yang dibawakan oleh kelompok seni Karya Budaya,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan PCX, Kepala Desa dari Dua Kecamatan di Jombang Pilih Motor Jenis Ini untuk Kendaraan Operasional

Menurut Sumartono, tradisi sedekah desa tidak hanya menjadi sarana melestarikan budaya leluhur. Kegiatan tersebut juga berdampak pada perekonomian warga sekitar karena banyak masyarakat yang berjualan selama acara berlangsung.

”Kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas keberkahan yang telah dinikmati masyarakat serta menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga, menjaga kerukunan, wadah pelestarian budaya warisan leluhur dan kesenian tradisional agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya. (dwi/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Sedekah Desa Sumbernongko #Tradisi Selo Jombang #Sedekah Bumi Ngusikan #Budaya Desa Jombang #Ludruk Karya Budaya