Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tradisi Susuk Kalen di Jombang Tetap Lestari, Warga Kepuhdoko Kompak Bersihkan Irigasi dan Basmi Tikus

Dwi Aris Supriyanto • Kamis, 21 Mei 2026 | 20:36 WIB
JAGA TRADISI: Kepala Desa Kepuhdoko Inasaroh terjun bersama perangkat desa, Babinsa, dan poktan setempat saat membersihkan saluran air, Minggu (17/5).
JAGA TRADISI: Kepala Desa Kepuhdoko Inasaroh terjun bersama perangkat desa, Babinsa, dan poktan setempat saat membersihkan saluran air, Minggu (17/5).

 

JOMBANG - Pemerintah Desa (Pemdes) Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, terus menjaga tradisi susuk kalen yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur.

Tradisi membersihkan saluran irigasi tersebut rutin dilakukan setiap memasuki musim tanam sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pertanian warga.

Kepala Desa Kepuhdoko Inasaroh  mengatakan, dalam kegiatan yang digelar Minggu (17/5), para petani bersama perangkat desa,

Babinsa, kelompok tani, dan warga setempat turun langsung membersihkan saluran air di area persawahan. Mereka juga melakukan gropyokan hama tikus.

 ”Kerja bakti digelar agar aliran air tetap lancar sekaligus wujud rasa syukur atas air yang melimpah,” bebernya.

Menurutnya, susuk kalen menjadi bagian dari pelestarian kearifan lokal yang masih dijaga hingga sekarang. Menurut dia, keberadaan saluran irigasi yang bersih sangat penting bagi kebutuhan warga, terutama untuk mengairi lahan pertanian.

Baca Juga: Selamat! TP-PKK Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben Jombang Sabet Juara 1 Lomba Cipta Menu

”Selain menjaga kelancaran distribusi air, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat,” bebernya.

Dalam pelaksanaannya, warga membersihkan tanaman liar, endapan lumpur, hingga sampah yang menyumbat saluran irigasi. Tradisi susuk kalen rutin digelar setiap tahun untuk memastikan saluran air tetap berfungsi optimal. Selain mencegah penyumbatan, kegiatan itu juga dinilai mampu menjaga ekosistem lingkungan sekitar sumber air.

Tidak hanya berdampak pada lingkungan, kerja bakti tersebut juga mempererat silaturahmi dan semangat gotong royong antarwarga desa. ”Berfungsinya saluran air secara optimal, mampu menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan serta membantu para petani dalam bercocok tanam,” tandas Inasaroh.

Tradisi susuk kalen juga menjadi simbol kuatnya solidaritas sosial masyarakat desa. Nilai gotong royong, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan yang terkandung di dalamnya dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga karakter dan jati diri masyarakat. (dwi/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#tradisi susuk kalen Jombang #Desa Kepuhdoko Tembelang #gotong royong petani Jombang #pelestarian irigasi desa #kearifan lokal masyarakat Jombang