Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Peringati Hari Jadi Desa, Pemdes Watugaluh Jombang Lestarikan Tradisi Leluhur di Batu Mpu Sindok

Dwi Aris Supriyanto • Rabu, 15 April 2026 | 07:30 WIB
BUDAYA TURUN TEMURUN: Warga Desa Watugaluh melakukan doa bersama di Situs Mpu Sindok saat peringatan hari jadi desa, Kamis (10/4) malam.
BUDAYA TURUN TEMURUN: Warga Desa Watugaluh melakukan doa bersama di Situs Mpu Sindok saat peringatan hari jadi desa, Kamis (10/4) malam.

 

Radarjombang.id - Warga Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek memiliki tradisi tersendiri saat memperingati hari jadi desa setiap tanggal 10 April dan pada malam satu Suro.

Warga dari empat dusun meliputi Dusun Watugaluh Krajan, Dusun Gendong, Dusun Jasem dan Dusun Nanggalan berkumpul di situs Batu Mpu Sindok yang ada di Dusun Nanggalan untuk melakukan doa bersama. 

Dari banyaknya peninggalan bersejarah yang tersebar di wilayah Desa Watugaluh, situs Batu Mpu Sindok dipilih sebagai lokasi dipusatkannya acara sedekah desa karena merupakan tempat yang telah ditentukan secara adat turun-temurun dari para leluhur.

”Tradisi selametan ini rutin digelar untuk tetap melestarikan budaya sekaligus menjaga kelestarian peninggalan sejarah di desa kami,” kata Kepala Desa Watugaluh Feryanto.

Ritual doa bersama dimulai sejak pukul 21.00 WIB dengan dipimpin oleh sesepuh adat. Setelahnya, para warga yang hadir makan bersama tumpengan sumbangsih warga setempat yang telah disediakan.

”Tradisi selametan diiringi dengan harapan seluruh masyarakat untuk ngalap berkah agar terhindar dari berbagai musibah serta diberikan rezeki dalam berbagai hal,” tambahnya.

Baca Juga: Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek Jombang Komitmen Jaga dan Lestarikan Peninggalan Sejarah, Begini Caranya

Situs Batu Mpu Sindok berupa patok batu andesit dengan ukiran relief di salah satu sisinya yang dulunya terkubur di dalam tanah, yang saat ini telah digali dan dibangun pagar sekeliling.

”Masyarakat sekitar juga menyebutnya Watu Mbah-Mbeh, beberapa lapisan masyarakat juga masih mempercayai untuk melakukan ritual sederhana jika akan melaksanakan hajat guna berharap kelancaran,” ujarnya.

Ke depannya pihak Pemdes berencana akan membangun akses jalan yang lebih memadai tepat di depan lokasi situs sejarah hingga tembus dari wilayah persawahan sampai kawasan pemukiman.

 ”Jika akses jalannya bagus, maka untuk rute setiap perayaan karnaval desa akan dilewatkan di depan situs,” pungkas Feryanto. (dwi/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#desa watugaluh #Desa Kita #Jombang #hari jadi desa #kecamatan diwek