Harga Tembakau Petani Jombang Naik, Tapi Produksinya Jeblok hingga 50 Persen

Azmy endiyana Zuhri • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 07:30 WIB
Petani tembakau di utara brantas sedang melakukan panen, tahun ini tembakau sedang berharga tinggi tapi kuantitas produksinya jeblok
Petani tembakau di utara brantas sedang melakukan panen, tahun ini tembakau sedang berharga tinggi tapi kuantitas produksinya jeblok

RadarJombang.id – Harga tembakau di tingkat petani Jombang tahun ini terbilang cukup bagus. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya menguntungkan petani.

Sebab, produksi tembakau justru mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan musim sebelumnya.

Kondisi tersebut dirasakan petani tembakau di wilayah utara Sungai Brantas. Salah satunya Sumarno, petani asal Dusun Bedander, Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh.

Baca Juga: Luas Panen Tembakau di Jombang Tembus 3.279 Hektare, Petani Sumringah Harga Tembus Rp 50 Ribu Per kg

Dia menyebut harga daun tembakau basah kualitas atas saat ini mencapai Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kilogram. Sementara kualitas sedang sekitar Rp 5.000–Rp 6.000 per kilogram dan kualitas bawah sekitar Rp 4.000 per kilogram.

”Daun bagian atas atau kualitas bagus dihargai Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kilogram,” kata Sumarno.

Meski harga cukup tinggi, hasil panen yang diperoleh tahun ini tidak maksimal. Untuk tembakau jenis Jinten yang ditanamnya, produksi hanya sekitar 9–11 kuintal per banon 100 atau sekitar 1.400 meter persegi. ”Harganya bagus, cuma hasilnya kurang maksimal. Ya sebenarnya pas-pasan,” ujarnya.

Baca Juga: Panen Tembakau di Kudu Jombang Bikin Petani Sumringah, Harga Tertinggi Capai Rp50 Ribu

Menurutnya, biaya perawatan juga menjadi salah satu kendala. Petani tembakau tidak mendapatkan pupuk subsidi sehingga harus membeli pupuk nonsubsidi. Harga pupuk urea saat ini sekitar Rp 215 ribu per sak.

Petani lainnya, Supardi, mengatakan kondisi cuaca kering sebenarnya membuat kualitas daun tembakau cukup bagus. Namun, produksi tidak maksimal karena tanaman kekurangan air.

”Cuaca ini sangat mendukung, kualitas daun bagus. Apalagi bagi perajang jelas senang, berbeda dengan petani seperti kami,” katanya.

Sementara itu, perajang tembakau Hudi Setiawan asal Desa Mangunan menyebut harga tembakau rajangan tahun ini juga lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.

Untuk rajangan non-gula, harganya sekitar Rp 54 ribu per kilogram. Sedangkan rajangan dengan gula berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram.

”Rendemen tembakau bagus tahun ini. Satu ton daun basah bisa menghasilkan sekitar 180 kilogram daun kering,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang Lasiman membenarkan adanya penurunan produksi tembakau tahun ini.

Menurutnya, harga tembakau di tingkat petani memang cukup bagus. Namun, produksi mengalami penurunan cukup signifikan. ”Harganya bagus dan lumayan, cuma hasil produksi berkurang,” katanya.

Baca Juga: Panen Raya Tembakau Jombang Diprediksi Mundur, Petani Baru Panen November

Untuk tembakau Jinten, harga daun basah saat ini sekitar Rp 6.000 per kilogram. Sedangkan tembakau rajangan berada di kisaran Rp 38 ribu hingga Rp 41 ribu per kilogram, tergantung kualitas.

Lasiman menyebut produksi tembakau saat ini hanya sekitar 10–15 ton per hektare. Padahal, musim sebelumnya produksi bisa mencapai 18–20 ton per hektare.

Dengan demikian, produksi tahun ini turun sekitar 25–50 persen. ”Musim sebelumnya produksi dapat mencapai 18 hingga 20 ton per hektare,” ujarnya. (yan)

Editor : Achmad RW
produksi jeblok Tembakau harga Jombang Panen