JOMBANG – Padamnya penerangan jalan umum (PJU) di ruas Blimbing-Gudo, tepatnya Desa Japanan, Kecamatan Gudo, ternyata bukan sekadar gangguan teknis.
Hasil pengecekan teknisi Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang menemukan kabel grounding pada jaringan PJU hilang dan diduga dicuri.
Kepala Dishub Jombang Sugianto melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Yohan Kartika mengatakan, teknisi telah melakukan pengecekan setelah menerima informasi PJU padam.
Dari pemeriksaan tersebut diketahui ada komponen jaringan yang hilang. ”Ternyata ada komponen yang hilang. Kabel grounding-nya hilang,” imbuhnya.
Meski menduga kehilangan akibat pencurian, Dishub Jombang tidak melaporkannya ke polisi. Petugas memilih langsung mengganti kabel tersebut agar fungsi PJU kembali normal.
Baca Juga: Jalan Wilayah Pinggiran di Jombang Makin Terang, Dishub Kebut Proyek 80 PJU PIK
Nilai penggantian kabel juga relatif kecil. Dishub menganggarkan sekitar Rp 25 ribu per meter. Dengan kebutuhan tiga hingga empat meter, biaya penggantian diperkirakan sekitar Rp 100 ribu.
”Cukup mengganti, nilainya sekitar per meternya Rp 25 ribu. Kalau tiga sampai empat meter itu sekitar Rp 100 ribu. Jadi langsung kami ganti,” tuturnya.
Menurut Yohan, langkah tersebut dinilai lebih cepat dibandingkan menunggu proses lain karena nilai komponen yang hilang relatif kecil.
Penggantian juga diperlukan untuk mengembalikan fungsi pengamanan jaringan PJU. ”Sudah ditangani sama teman-teman teknisi, dan sudah diselesaikan,” katanya.
Baca Juga: PJU Jombang Program PIK 2026 Mulai Ditender, Dua Paket Bernilai Rp 1 Miliar Lebih
Sebelumnya, deretan PJU DI ruas jalan kabupaten Blimbing–Gudo, tepatnya di Desa Kedungturi, Kecamatan Gudo, padam, (5/9). Meski sudah berlangsung sepekan, belum ada penanganan dari dinas terkait. Akibatnya jalanan menjadi gelap.
Fandi, warga sekitar, menyebut kondisi ini sudah berlangsung sepekan terakhir. ”Bukan satu atau dua lampu saja, tapi satu deret ke arah kecamatan mati,” katanya.
Gelapnya jalan membuat pengendara hanya mengandalkan lampu kendaraan masing-masing.
Padahal, ruas tersebut kini ramai dilalui, termasuk truk-truk besar menuju Gudo maupun Perak.
”Jalannya jadi gelap, padahal ramai. Banyak kendaraan lewat, apalagi malam hari,” imbuhnya. Warga berharap perbaikan segera dilakukan agar jalur vital itu kembali terang dan aman dilalui. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto