JOMBANG – Kepedulian terhadap kelestarian air dan sungai diwujudkan melalui Upacara Ranu Ayu yang kembali digelar di Pasar Brantas, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Minggu (12/7).
Kegiatan yang digagas Arboretum Art Movement bersama Ekosistem Kreatif Brantas tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Peserta berasal dari masyarakat umum, komunitas, institusi pendidikan, hingga organisasi kepemudaan. Ranu Ayu tahun ini merupakan pelaksanaan kedua setelah pertama kali digelar tahun lalu.
Pendiri Ekosistem Kreatif Brantas Muchdlir Zauhariy atau akrab disapa Johar mengatakan, Ranu Ayu lahir dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan, khususnya sungai di Kabupaten Jombang.
’’Air adalah kebutuhan esensial dari makhluk hidup. Sungai menjadi bagian penting dalam siklus air, termasuk Sungai Brantas yang mengaliri Jombang. Sayangnya, banyak sungai menghadapi tantangan seperti pencemaran, pendangkalan, dan hilangnya ikan lokal,’’ jelasnya.
Menurut Johar, Ranu Ayu menjadi bentuk solidaritas bersama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan air serta sungai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan tari Bedhaya Swaccha Drajat oleh Sanggar IJ Art. Tarian tersebut menggambarkan air suci dan menyucikan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Teater Soca Tirta SMKN Mojoagung dan Teater Kertas SMAN Mojoagung. Peserta juga mengikuti prosesi pengambilan air dari Sungai Brantas.
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan pertunjukan Wayang Brantas lakon Sri Paduka Rojo Boyo Seto dari Sengeran, pembacaan dawuh gawan sabda karma, doa, serta tumpengan.
Baca Juga: Irigasi Pariterong Jombang Segera Difungsikan? Pemkab Sudah Ajukan Alokasi Air ke BBWS Brantas
Peserta juga diajak lebih dekat dengan alam melalui kegiatan prakrti sambaddha. Selain itu, kegiatan Warna Abipraya menjadi ruang bagi peserta untuk menyalurkan kreativitas melalui warna, gambar, dan pesan-pesan untuk alam.
Ranu Ayu kemudian ditutup dengan Sarasehan Alam. Forum tersebut menjadi ruang diskusi lintas latar belakang untuk membahas persoalan lingkungan, khususnya air dan sungai.
Sejumlah pertunjukan seni budaya turut memeriahkan kegiatan tersebut. Di antaranya karawitan Taruna Laras SMKN Mojoagung, grup gejok lesung Guyup Rukun, serta grup musik opyak Adem Ayem.
Ketua Arboretum Art Movement Novan Ardiansyah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya komunitas dalam membangun kesadaran ekologis melalui pendekatan seni dan budaya.
’’Sebagai kolektif yang diinisiasi oleh anak-anak muda, kami percaya pendekatan seni budaya kontemporer mampu meruntuhkan jarak antara isu ekologi yang kompleks dan kesadaran masyarakat akar rumput,’’ ujarnya.
Baca Juga: Hormati Sungai Brantas, Komunitas di Jombang Ini Gelar Upacara Ranu Ayu
Menurut Novan, Ranu Ayu merupakan ikhtiar kolektif untuk mengembalikan perhatian masyarakat terhadap kelestarian Sungai Brantas melalui gerakan kebudayaan.
Ia menilai, seni upacara tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga dapat memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus menyampaikan pesan tentang persoalan lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Perwakilan Putera Puteri Batik Jombang menilai Ranu Ayu menjadi wadah belajar untuk meningkatkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar.
’’Kegiatannya sangat positif dan dapat menjadi wadah belajar untuk cinta serta peduli terhadap alam. Peran generasi muda sangat penting dalam pelestarian lingkungan,’’ ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka wawasan peserta mengenai persoalan lingkungan, khususnya air dan sungai di Jombang.
Penyelenggara mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Ranu Ayu. Mulai dari komunitas, sekolah, warga Desa Ngogri, peserta, pedagang, seniman, pemerintah, hingga media partner.
Melalui kegiatan tersebut, Arboretum Art Movement dan Ekosistem Kreatif Brantas mengajak masyarakat terus menjaga dan melestarikan lingkungan, termasuk sungai, demi keberlanjutan Jombang dan Jawa Timur. (ang)
Editor : Anggi Fridianto