Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Perubahan Iklim Ancam Pertanian, Pemkab Jombang Tambah Kuota Asuransi Petani Jadi Segini

Azmy endiyana Zuhri • Jumat, 26 Juni 2026 | 08:24 WIB
Ilustrasi asuransi petani
Ilustrasi asuransi petani

RadarJombang.id – Pemerintah Kabupaten Jombang memperkuat perlindungan bagi petani dengan menambah kuota Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko gagal panen akibat bencana alam maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, menegaskan AUTP adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim.

Baca Juga: Harga Gabah Tembus Rp 7.300, Petani Kedungmlati Jombang Sumringah

”Dengan adanya dampak perubahan iklim, potensi gangguan pada tanaman semakin meningkat, baik karena hama penyakit maupun banjir dan kekeringan. Bantuan premi AUTP kepada petani merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mengurangi risiko kerugian akibat gagal panen,” ujarnya.

Pada 2026, klaim AUTP sudah dicairkan di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso. Klaim diberikan kepada 45 petani yang lahannya seluas 29,77 hektare terdampak banjir.

Total klaim mencapai Rp178,62 juta. ”Terjadi klaim AUTP di Kecamatan Ploso tepatnya di Desa Jatigedong, Poktan Jatirowo akibat bencana banjir,” jelas Rony.

Baca Juga: Pintu Dam Jatimlerek Rusak, Petani Jombang Terancam Gagal Panen dan Keluar Biaya Tambahan

Tahun ini, Dinas Pertanian Jombang mengalokasikan premi AUTP untuk 800 hektare lahan. Selain itu, diusulkan tambahan kuota 500 hektare ke Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.

Hingga musim tanam 2025–2026, tercatat 1.843 petani peserta AUTP dengan total lahan 973,27 hektare. Kecamatan Kesamben menjadi peserta terbanyak, 614 petani dengan luas 359,95 hektare.

Selain asuransi, Pemkab Jombang juga menyalurkan bantuan benih padi bagi petani terdampak bencana maupun serangan OPT.

 ”Bantuan benih padi juga merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang kepada petani yang terdampak bencana, baik karena serangan organisme pengganggu tanaman, banjir maupun kekeringan,” kata Rony.

Pada tahun anggaran 2026, bantuan benih disalurkan kepada lima kelompok tani di Kecamatan Ngusikan dan Sumobito dengan total luas lahan 120 hektare. Jumlah benih yang diberikan mencapai 3.000 kilogram.

”Melalui program AUTP dan bantuan benih tersebut, pemerintah berharap petani tetap mampu melanjutkan usaha tani meskipun mengalami kerugian akibat bencana maupun perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi," pungkasnya. (yan/naz)

 

Editor : Achmad RW
#asuransi petani #Jombang #kuota