JOMBANG - USAHA pembuatan kostum super hero di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, terus berkembang. Dalam sebulan, rumah produksi ini mampu menghasilkan enam hingga sepuluh kostum, tergantung tingkat kerumitan pesanan.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Mulai dari Rp 1,8 juta untuk model sederhana, hingga lebih dari Rp 5 juta untuk kostum dengan detail dan aksesori yang lebih rumit. ”Harga bervariasi, mulai Rp 1,8 juta untuk model sederhana hingga lebih dari Rp 5 juta untuk kostum dengan detail dan aksesori yang rumit,’’ ujar Andi.
Menariknya, di tengah gejolak melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, usaha Andi justru mendapat berkah tersendiri. Sebagian besar transaksi dari pelanggan luar negeri dilakukan menggunakan mata uang dolar. ”Karena pembayaran dari luar pakai mata uang asing, saat dikonversi ke rupiah nilainya lebih tinggi,” ungkapnya.
Menurut Andi, selisih kurs tersebut mampu mendongkrak pendapatan sekitar 10 persen. Saat ini, usaha yang dijalankannya bisa menghasilkan laba bersih sekitar Rp 15 juta setiap bulan.
Meski demikian, Andi mengaku tidak ingin terlalu bergantung pada keuntungan sesaat akibat fluktuasi kurs. Ia berharap kondisi ekonomi tetap stabil sehingga permintaan pasar luar negeri terus meningkat. ”Bagi saya yang terpenting bukan hanya keuntungan, melainkan keberlangsungan usaha yang bisa terus berkembang dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto