Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Gabah Tembus Rp 7.300, Petani Kedungmlati Jombang Sumringah

Ainul Hafidz • Senin, 22 Juni 2026 | 07:42 WIB

DIPANEN: Petani di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben memanen padi menggunakan mesin combine harvester.
DIPANEN: Petani di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben memanen padi menggunakan mesin combine harvester.

 

JOMBANG – Petani di Dusun Ingaskerep, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben mulai memasuki masa panen padi musim tanam kedua tahun ini. Meski kerap dihantua ancaman genangan air, harga gabah yang masih bertahan di atas Rp 7.000 per kilogram menjadi kabar baik bagi petani.

”Ini panen kedua, alhamdulillah harga gabah bagus, milik saya dihargai Rp 7.300 per kilogram dari sawah,” terang Robi, petani setempat.

Menurutnya, harga tersebut sudah termasuk tinggi, meski petani masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk proses panen menggunakan mesin combine harvester. ”Belum termasuk biaya mesin panen. Sewanya sekitar Rp 300 ribu per banon 100 (atau sekitar 1.400 meter persegi),” tuturnya.

Sejak sekitar setahun terakhir, petani di wilayahnya mampu melakukan tanam padi hingga tiga kali tanam padi. Panen yang berlangsung saat ini merupakan panen kedua dan setelahnya lahan kembali ditanami padi. ”Sekarang ini panen kedua. Setelah ini ditanami padi lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Harapan Baru bagi Petani di Tengah Kebijakan Harga Gabah

Secara umum, kondisi tanaman padi di wilayahnya bagus. Meski sebagian tanaman roboh, harga jual tetap tinggi. ”Sebagian ada yang roboh, mungkin karena dampak genangan, bisa juga faktor pemupukan,” singkatnya.

Petani lainnya, Sutrisno, mengungkapkan panen padi di wilayah Kedungmlati berlangsung tidak serentak. Salah satunya dipengaruhi kondisi lahan yang berbeda. Terutama sawah yang berada dekat aliran sungai dan kerap terdampak banjir.

”Yang dekat sungai sudah tiga kali tanam, tapi belum panen,” sambung Sutrisno.

Sawah yang saat ini dipanen umumnya berada di area yang tidak terdampak banjir sehingga pertumbuhan tanaman lebih baik. Petani juga optimistis masih bisa kembali menanam padi setelah panen kali ini karena ketersediaan air diperkirakan masih mencukupi. ”Yang panen sekarang rata-rata sawahnya aman, tidak kebanjiran. Setelah ini ditanami padi lagi. Kemungkinan air masih mencukupi karena sudah banyak yang membuat persemaian padi,” katanya. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Pertanian Jombang #harga gabah Jombang #petani Kesamben Jombang #panen padi Jombang #Kedungmlati Jombang