Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ratusan Petani Jombang Geruduk Dam Jatimlerek, Tuntut Air Irigasi Segera Dialirkan

Ainul Hafidz • Kamis, 18 Juni 2026 | 07:18 WIB

GUYUB: Warga berkumpul di halaman kantor Dam Karet Jatimlerek, Kecanatan Plandaan.
GUYUB: Warga berkumpul di halaman kantor Dam Karet Jatimlerek, Kecanatan Plandaan.

 

JOMBANG – Mandeknya suplai air dari Intake (saluran pembagi dam Jatimlerek) ke irigasi di wilayah utara Brantas memantik gejolak warga. Ratusan petani dari Kecamatan Ploso dan Plandaan mendatangi pengelola dam, Senin (15/6) malam, menuntut pintu dam segera dioperasikan agar suplai air ke irigasi warga kembali normal.

Kepala Desa Jatimlerek Jadi mengatakan, ratusan warga sudah resah lantaran kondisi tanaman mereka terancam akibat mandeknya suplai air. Pada Senin (15/6) malam mereka ramai-ramai mendatangi kantor Bendung Jatimlerek mendesak operator segera mengfungsikan pintu dam karet agar air bisa masuk ke intake.

”Petani sudah tidak betah karena terlalu lama sawahnya tidak teraliri irigasi. Sawah sudah banyak yang merekah karena berminggu-minggu tidak mendapat air secara normal,” katanya.

Warga yang datang berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Ploso dan Plandaan. Mereka menunggu kepastian pengaliran air setelah pintu karet nomor enam mengalami kerusakan.

”Saat itu, pembangunan kisdam sebenarnya telah rampung. Namun, operator masih berhati-hati menutup seluruh pintu karena khawatir arus Sungai Brantas menyeret material jumbo bag,” bebernya.

Baca Juga: Pintu Dam Jatimlerek Rusak, Petani Jombang Terancam Gagal Panen dan Keluar Biaya Tambahan

Aspirasi petani kemudian disampaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan langsung mendapat respons cepat. ”Kami sampaikan ke BBWS Brantas. Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti. PPK dari Surabaya malam itu juga datang ke Dam Karet Jatimlerek sekitar pukul 23.00,” imbuhnya.

Setelah koordinasi antara petani, pemdes, Pemkab Jombang, kontraktor, dan BBWS Brantas, pintu karet mulai dioperasikan pada Senin malam. Sekitar pukul 19.00, pintu karet nomor lima mulai digembungkan. Disusul pintu nomor tiga, empat, dan satu. ”Sekitar pukul 00.00 air sudah mulai masuk ke intake irigasi. Namun masih sedikit karena debitnya belum naik sepenuhnya,’’ ungkap Jadi.

Sehari kemudian, debit air meningkat signifikan. Aliran irigasi kembali normal dan mulai didistribusikan ke wilayah terdampak. Meski begitu, distribusi air masih dilakukan bergiliran karena luasnya area layanan. Hingga Rabu (17/6), air mulai mengaliri sawah di Desa Jatimlerek, Karangmojo, dan Tanggungkramat. ”Sudah mengalir ke sawah, meski belum menyeluruh karena semua wilayah sangat membutuhkan air. Pembagiannya masih diatur,” jelasnya.

Kini, kondisi irigasi berangsur normal. Petani yang sebelumnya khawatir gagal panen mulai lega. ”Yang jelas per hari ini (kemarin) irigasinya sudah normal lagi,’’ tegas Jadi. (fid/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Irigasi Jombang #Dam Jatimlerek Jombang #ploso plandaan #Petani Jombang #sungai brantas