Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hujan Tak Kunjung Reda, Penanaman Tembakau di Jombang Baru Capai 50 Persen

Anggi Fridianto • Minggu, 7 Juni 2026 | 19:18 WIB
TELATEN: Petani menanam tembakau di Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, (3/6).
TELATEN: Petani menanam tembakau di Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, (3/6).

 

JOMBANG – Hujan yang masih sering turun, benar-benar berdampak ke proses penanaman tembakau. Berdasar data Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, hingga kemarin penanaman tembakau baru mencapai 50 persen.

’’Memang cenderung mundur dari normalnya, namun kalau dibandingkan tahun kemarin, ini sudah sedikit lebih cepat,’’ kata Wakil Ketua APTI Jombang, Tek Diwanto, kemarin.

Hingga akhir pekan pertama Juni, dari lima kecamatan di utara Sungai Brantas, angka penanaman tembakau sudah masuk angka 50 persen. Sudah separo petani menanam tanaman tembakau di sawahnya. ’’Paling banyak di Kecamatan Kudu dan Ngusikan sementara ini,’’ ucapnya.

Sementara kecamatan dengan luasan yang paling sedikit menanam, sampai kemarin masih di Kecamatan Ploso. ’’Di Ploso memang masih sangat kecil, kondisi lahannya belum memungkinkan,’’ tambahnya.

Belum ditanamnya tembakau berkaitan penyiapan lahan yang masih belum maksimal. Hujan yang masih kerap datang, membuat tanah tak bisa benar-benar kering. ’’Dengan tanah yang masih basah, tanaman tembakau tidak bisa tumbuh dengan baik. Banyak petani yang menunggu benar-benar kering tanahnya,’’ ucapnya.

Petani yang sudah mulai menanam tembakau harus melakukan proses perawatan lebih maksimal ditengah cuaca yang tidak menentu. Lahan yang sudah dibuat, harus terus dijaga agar tidak mudah tergenang air.

Baca Juga: Petani Tembakau di Jombang Dihantui Cuaca Ekstrem, Gegara Tanam Mundur dan Sawah Sempat Tenggelam

’’Paling tidak paritnya diperdalam, agar air bisa cepat keluar kalau ada hujan,’’ terangnya.

Proses tanam tembakau di wilayah utara Sungai Brantas Jombang mundur karena hujan masih turun hingga akhir Mei.

Seperti yang terlihat di areal persawahan Jatibanjar, Kecamatan Ploso. Sejumlah bedeng berisi bibit tembakau yang digelar sejak bulan lalu, terlihat belum berpindah. Tanah sawah yang masih basah, membuat petani memilih menunda proses tanam.

Namun, ada beberapa petani yang mulai menanam meski kondisi tanahnya cenderung masih basah. Salah satunya Ratemo, 55. Dibantu anggota keluarganya, Ratemo mulai menabur pupuk di dalam lubang di tanah yang baru dibuatnya.

’’Tanamnya tahun ini mundur,’’ ucapnya. Hujan yang masih kerap datang jadi kendala utamanya. Lahan yang sudah disiapkan sejak awal Mei, sempat banjir karena hujan.

’’Bahkan hujan terakhir sampai tenggelam tanahnya, padahal sudah diolah. Jadi ya terpaksa menunggu surut,’’ ungkapnya.

Meski lahan belum terlalu kering, dia tetap tanam. Karena kondisi benih yang sudah semakin tinggi dan tua. Benih yang ditanam sudah siap tanam sejak pertengahan Mei. Namun, karena cuaca yang belum bersahabat, benih itu terpaksa dibantarkan di bedengan. ’’Ini umurnya lebih dari sebulan, padahal biasanya usia 25-30 hari sudah bisa ditanam,’’ ungkapnya. (riz/jif)

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Petani Tembakau Jombang #Tembakau Jombang #APTI Jombang #Musim Tanam Tembakau 2026 #Hujan Hambat Tembakau Jombang