Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Petani Tembakau di Jombang Dihantui Cuaca Ekstrem, Gegara Tanam Mundur dan Sawah Sempat Tenggelam

Achmad RW • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:33 WIB
Tanam tembakau di wilayah utara Sungai Brantas Kabupaten Jombang kembali mundur tahun ini.
Tanam tembakau di wilayah utara Sungai Brantas Kabupaten Jombang kembali mundur tahun ini.

 

JOMBANG - Tanam tembakau di wilayah utara Sungai Brantas Kabupaten Jombangkembali mundur tahun ini.

Jika biasanya sejak pertengahan Mei sudah ramai memulai tanam, kini banyak petani tembakau terpaksa menunda tanam lantaran terkendala faktor cuaca. Namun sebagian petani memilih nekat memulai tanam salah satunya mempertimbangkan umur bibit. 

Kondisi itu terlihat di areal persawahan Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso. Terlihat sejumlah petak sawah masih berupa hamparan kosong. Beberapa sudah ditanami.

Beberapa sudah diolah untuk persiapan tanam. Terlihat bibit-bibit tembakau di bedengan juga masih banyak yang utuh. Petani memilih menunda tanam karena kondisi lahan masih basah diguyur hujan. Sebagian petani memilih nekat memulai tanam untuk mengejar waktu. 

Salah satunya Ratemo, 55. Dibantu anggota keluarganya, dia tampak menebar pupuk di titik-titik lubang tanam yang baru dibuat. ”Ini masih nebar pupuk, rencana nanti nanti sore baru tanam, memang tanamnya tahun ini mundur,” ujarnya.

Menurut dia, hujan yang masih sering turun di wilayahnya menjadi kendala utama. Lahan yang telah disiapkan sejak dua pekan lalu bahkan sempat terendam banjir akibat hujan pekan lalu.

Baca Juga: DBHCHT Jombang Turun Drastis, BLT Buruh Tani Tembakau Dipangkas Jadi Segini

 ”Hujan terakhir itu sampai tenggelam semua ini sawahnya, padahal sudah diolah tanahnya, jadi ya terpaksa menunggu surut. Ini sebenarnya juga belum terlalu kering tapi kita beranikan tanam,” katanya.

Ratemo memutuskan segera memulai tanam karena usia bibit tembakau miliknya sudah melebihi masa ideal tanam. ”Ini sudah lebih dari sebulan umurnya, padahal biasanya usia 25-30 hari sudah ditanam. Idealnya pertengahan Mei sudah ditanam,” imbuhnya.

Kondisi serupa dialami Sutar, 64. Dia juga harus menunda tanam tembakau akibat lahan yang sempat tergenang air hujan. ”Ini baru sehari ditanam, karena banjir juga sebelumnya, mau tanam tidak jadi terus,” tuturnya.

Baca Juga: Percayai Prediksi BMKG, Petani Tembakau di Utara Brantas Jombang Mulai Persiapan Tanam

Meski kondisi tanah masih basah, dia memilih tetap menanam demi mengejar target panen serta mempertimbangkan cuaca. ”Yang jelas mengejar waktu juga, karena kalau bulan 10 belum panen, bisa-bisa keduluan hujan nanti,” katanya.

Namun, keputusan menanam di lahan yang belum benar-benar kering bukan tanpa risiko. Petani harus membuat lubang tanam baru karena lubang yang sebelumnya sudah dibuat tertutup akibat guyuran hujan. ”Ya memang harus membuat lubang baru, otomatis tenaga tambah lagi, ya semoga saja hujan berkurang setelah ini,” pungkasnya. (riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Petani Tembakau Jombang #Pertanian Jombang #Tembakau Ploso #Cuaca Jombang #sungai brantas